Jubir Rusia Berharap Erdogan Pikirkan Lagi Rencananya Mengubah Hagia Sophia Menjadi Masjid

Juru bicara istana Kremlin, Dmitry Peskov/Net

Rencana Erdogan mengubah situs Hagia Sophia menjadi masjid banyak disorot negara-negara lain. Rusia pun turut angkat bicara agar Turki memikirkan lagi keputusannya itu.

Kremlin sendiri sebenarnya berharap Turki akan menjaga status Hagia Sophia sebagai situs warisan dunia UNESCO dalam memutuskan nasib landmark bersejarah itu. Juru bicara istana Kremlin, Dmitry Peskov, menyampaikan pandangannya itu kepada wartawan pada Senin (6/7).

“Kita tentu berharap bahwa status Hagia Sophia sebagai situs warisan dunia akan dipertimbangkan,” katanya, seperti dikutip dari Tass, Selasa (7/7).

“Tentu saja, ini adalah mahakarya dunia yang disukai oleh wisatawan yang datang ke Turki dari seluruh dunia dan terutama oleh wisatawan dari Rusia yang tidak hanya mengakui nilai wisata Hagia Sophia tetapi juga nilai spiritual yang sakral,” tambahnya.

Peskov menekankan bahwa komentar tersebut tidak bermaksud untuk mencampuri urusan dalam negeri Turki.

“Ini urusan internal republik Turki,” ungkapnya kemudian.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Vershinin mengatakan kepada wartawan, bahwa Rusia berharap Turki akan mempertimbangkan signifikansi global Hagia Sophia, ketika memutuskan nasib monumen bersejarah ini.

Sebelumnya, atas instruksi dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Dewan Negara Turki membahas masalah ini pada 2 Juli lalu. Perdebatan berlangsung selama 17 menit, dan keputusan diharapkan akan keluar dalam 15 hari ke depan.

Hagia Sophia adalah monumen arsitektur Bizantium yang dibangun antara 532 dan 537 M dengan dekrit dari Kaisar Bizantium Justinian I. Pada awalnya bangunan ini berfungsi sebagai Katedral.

Setelah jatuhnya Kekaisaran Bizantium pada tahun 1453, katedral diubah menjadi masjid. Pada tahun 1935, di bawah dekrit pemerintah Turki yang ditandatangani oleh pendiri negara Turki modern Mustafa Kemal Ataturk, bangunan itu diubah menjadi museum.  Sejak itu, plester putih yang menutupi mosaik Kristen dan mural telah dihapus.

Pada tahun 1985, bangunan itu dimasukkan ke dalam daftar monumen Warisan Dunia UNESCO.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Bangladesh Relokasi Lagi Ribuan Pengungsi Rohingya Ke Pulau Terpencil
Dunia

Bangladesh Relokasi Lagi Rib..

04 Maret 2021 08:11
Pengadilan Kriminal Internasional Luncurkan Penyelidikan Kejahatan Di Wilayah Palestina
Dunia

Pengadilan Kriminal Internas..

04 Maret 2021 08:07
Pelaku Gunakan Pisau Di Swedia, Tiga Orang Kritis
Dunia

Pelaku Gunakan Pisau Di Swed..

04 Maret 2021 07:55
Myanmar: Kepala UE Kecam Pelanggaran HAM Oleh Militer
Dunia

Myanmar: Kepala UE Kecam Pel..

04 Maret 2021 07:42
Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan, Turki Dan Bosnia Herzegovina Teken Perjanjian Keuangan Militer
Dunia

Tingkatkan Kerja Sama Pertah..

04 Maret 2021 07:09
PBB: 38 Orang Tewas Dalam Hari Paling Berdarah Di Myanmar
Dunia

PBB: 38 Orang Tewas Dalam Ha..

04 Maret 2021 06:59
Blinken: China Adalah Ujian Terbesar, AS Siap Menghadapi Kapan Saja
Dunia

Blinken: China Adalah Ujian ..

04 Maret 2021 06:25
Korban Covid Muslim Dikuburkan Di Pulau Terpencil, Sri Lanka Menuai Protes
Dunia

Korban Covid Muslim Dikuburk..

04 Maret 2021 06:11