PBB Tunjuk Hidung Aljazair Soal Penculikan Aktivis Oleh Front Polisario

Poster penentangan akan penangkapan tiga aktvis terkemuka oleh Front Polisario di Aljazair/Net

Kelompok Kerja PBB tentang Penahanan Sewenang-wenang (WGAD) menunjuk hidung Aljazair terkait dengan penangkapan dan pemenjaraan sewenang-wenang seorang aktivis bernama El Fadel Breica.

Dia ditangkap pada Juni tahun 2019 lalu oleh kelompok separatis Front Polisario karena lantang menyuarakan soal pelanggaran HAM yang terjadi di kamp Tindouf.

Dia ditahan secara sewenang-wenang selama empat bulan bersama dengan dua aktivis terkemuka lainnya, yakni Oulay Aba Bouzid dan Mahmoud Zidane. Dia kemudian dibebaskan oleh Front Polisario pada November 2019.

Ketiga aktivis itu ditangkap karena dituduh melakukan makar karena lantang bersuara dan mengecam pelanggaran HAM di Tindouf.

Namun badan PBB menilai, penangkapan Breica merupakan tindakan ilegal dan Aljazair serta Front Polisario dinilai bersalah atas penyiksaan, penahanan, dan pengurungan ilegal sang aktivis selama lebih dari empat bulan.

WGAD menyoroti tanggungjawab Aljazair karena Breica ditangkap oleh Front Polisario saat berada di Tindouf, yang merupakan wilayah Aljazair.

"Dan karenanya di bawah yurisdiksi teritorial Aljazair," begitu kutipan pernyataan WGAD, seperti dilansir Morocco World News awal pekan ini.

Dalam pernyataan yang sama, WGAD juga menekankan bahwa penahanan Breica melanggar haknya atas kebebasan berekspresi secara damai. Dia "diculik" tanpa surat perintah penangkapan atau tanpa diberitahu tentang alasan penahanannya.

"Dia tidak dibawa ke hadapan hakim selama empat bulan penahanannya dan bahwa haknya atas pemulihan yang efektif juga telah dilanggar," kata kelompok PBB tersebut.

Bukan hanya itu, Breica juga menghadapi tekanan dari beberapa otoritas Polisario di penjara Edhabia di Tindouf. Salah satu bentuk tekanan itu adalah dirilisnya gambar pribadi istri sang aktivis kepada pers.

Padahal, para ahli di PBB menyimpulkan bahwa penangkapan Breica tidak memiliki dasar hukum dan merupakan tindakan sewenang-wenang.

Karena itulah, WGAD meminta Aljazair untuk memfasilitasi akses WGAD ke negara itu untuk berdialog mengenai masalah tersebut. WGAD juga meminta pihak berwenang Aljazair untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membuka penyelidikan menyeluruh dan independen terhadap kasus penangkapan Breica.

Bukan hanya itu, WGAD juga menekan pihak berwenang Aljazair untuk meminta semua orang yang terlibat dalam kasus tersebut bertanggung jawab atas pelanggaran hak-hak Breica dan untuk memberikan kompensasi atas kerusakan yang dideritanya, sesuai dengan hukum internasional.

Sebenarnya, kasus penahanan sewenang-wenang bukan baru kali ini saja dilakukan oleh Aljazair dan Front Polisario. Sebut saja nama Ahmed El Khalil. Dia adalah mantan anggota Front Polisario yang dinyatakan hilang selama lebih dari satu dekade terakhir.

Keluarga dan kerabatnya kerap berkumpul di kamp-kamp Tindouf dan menyerukan kelompok separatis untuk mengungkap nasibnya.

Ada juga El Khalil. Dia diyatakan hilang sejak 10 tahun yang lalu dalam kondisi yang tidak diketahui. Badan intelijen Aljazair bersama dengan anggota Front Polisario diduga menculiknya pada tahun 2009, selang dua bulan setelah Front Polisario menunjuknya untuk memantau hak asasi manusia di kamp Tindouf.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Menlu China Wang Yi: Hong Kong Perlu Mereformasi Sistem Pemilu Demi Masa Depan Lebih Cerah
Dunia

Menlu China Wang Yi: Hong Ko..

07 Maret 2021 15:54
Koalisi Saudi Hancurkan Drone Bersenjata Kiriman Houthi
Dunia

Koalisi Saudi Hancurkan Dron..

07 Maret 2021 14:39
Moderna Siap Pasok 13 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Untuk Filipina
Dunia

Moderna Siap Pasok 13 Juta D..

07 Maret 2021 14:05
Kunjungi Bekas Benteng ISIS, Paus Panjatkan Doa Untuk Korban Perang
Dunia

Kunjungi Bekas Benteng ISIS,..

07 Maret 2021 13:08
Gerakan Pembangkangan Myanmar, Puluhan Ribu Pengunjuk Rasa Penuhi Jalan-jalan Di Sejumlah Kota
Dunia

Gerakan Pembangkangan Myanma..

07 Maret 2021 12:34
Krisis Lebanon, PM Hassan Diab Ancam Politisi Hentikan Kisruh Dan Segera Bentuk Kabinet Baru
Dunia

Krisis Lebanon, PM Hassan Di..

07 Maret 2021 12:19
Dengan Banyak Pertimbangan, Korsel Dan AS Lanjutkan Latihan Militer Gabungan
Dunia

Dengan Banyak Pertimbangan, ..

07 Maret 2021 11:30
Amnesty International: Usulan Larangan Penggunaan Niqab Dan Burqa Di Swiss Langgar Hak Perempuan
Dunia

Amnesty International: Usula..

07 Maret 2021 10:41