Tak Peduli Corona, Israel Terus Lakukan Penghancuran Rumah Rakyat Palestina

Dua wanita di puing reruntuhan rumah di Palestina/Net

Derita panjang yang tak pernah usai, mungkin kata itu yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan rakyat Palestina. Bahkan di saat pandemik virus corona mencengkram seisi dunia, tak hentinya mereka menderita akibat perilaku pasukan Israel.

Menurut sebuah laporan pusat hak asasi manusia Israel yang dirilis awal pekan ini, pasukan Israel terus melakukan penghancuran rumah-rumah warga Palestina di Tepi Barat, sementara negara zionis itu terus menentang tuduhan kejahatan perang di wilayah-wilayah pendudukan.

“Selama sebulan terakhir, Israel meningkatkan laju penghancuran rumah di Tepi Barat,” kata organisasi nonpemerintah (LSM) B'Tselem yang berbasis di Yerusalem dalam sebuah laporan yang diterbitkan Selasa (7/7), seperti dikutip dari Dalily Sabah, Kamis (9/7).

LSM itu mengatakan, sejak awal tahun sebanyak 63 rumah Palestina dihancurkan di Tepi Barat, tidak termasuk Yerusalem timur yang diduduki, 33 di antaranya dihancurkan hanya dalam waktu sebulan, yakni pada Juni. Laporan tersebut menyatakan bahwa total 151 warga Palestina, termasuk 84 anak di bawah umur, kehilangan tempat tinggal mereka. Sepanjang bulan Juni ada 100 warga Palestina yang terlantar, 53 di antaranya adalah anak di bawah umur.

Dalam laporannya mereka mengatakan ada peningkatan aksi penghancuran rumah pada Juni di Yerusalem timur. Setidaknya ada 13 rumah dihancurkan, menggusur 51 orang, termasuk 31 anak di bawah umur.

“Jumlah ini sama dengan dua kali laju pembongkaran bulanan dalam lima bulan pertama tahun ini, yang mencapai enam rumah per bulan," kata LSM itu.

LSM tersebut mencatat bahwa janji Israel pada bulan April, sebelum PBB memperingatkan untuk menahan diri dari menghancurkan rumah selama pandemik itu hanya trik promosi untuk menghindari kritik.

Orang-orang Palestina telah lama menderita  akibat risiko pembongkaran yang terus menerus dilakukan oleh pasukan Israel. Pada Desember 2019, Israel berencana untuk menghancurkan sekitar 18.000 rumah Palestina di Yerusalem. Tindakan semacam itu disebut ‘kejahatan perang’ oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Tak hanya rumah, pasukan Israel juga turut menghancurkan sarana pendidikan, yang berarti menghancurkan harapan serta masa depan anak-anak dan remaja Palestina. Tahun lalu, pasukan militer Israel menghancurkan sebuah sekolah di komunitas Badui di kota Hebron, Tepi Barat.

Palestina berpendapat bahwa pemerintah Israel menggunakan masalah keamanan sebagai alasan untuk memaksa mereka lebih jauh dari kota dan untuk memperluas proyek-proyek pemukiman di wilayah-wilayah pendudukan. Otoritas Palestina menggambarkan pembongkaran sebagai bagian dari ‘kesepakatan abad ini,’ sebuah rencana yang digagas Amerika Serikat untuk perdamaian yang diduga sebagai upaya untuk melikuidasi tujuan mereka.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Juli 2019.Kelompok perlawanan Palestina, Hamas,  menggambarkan pembongkaran Israel sebagai ‘kejahatan pembersihan etnis.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Presiden Armenia Minta Rakyat Bisa Saling Bergandengan Tangan Hadapi Situasi Pasca Perang
Dunia

Presiden Armenia Minta Rakya..

05 Desember 2020 17:27
Beri Contoh Pada Rakyatnya, Erdogan Siap Disuntik Vaksin Covid-19
Dunia

Beri Contoh Pada Rakyatnya, ..

05 Desember 2020 17:05
Ajudan Senator Republik Georgia Tewas Dalam Kecelakaan Mobil Beruntun, Mike Pence Berduka: Dia Pemuda Yang Luar Biasa
Dunia

Ajudan Senator Republik Geor..

05 Desember 2020 16:47
Undang Aktivis Pro-Demokrasi, Politisi Denmark Kena Amukan China: Jangan Ikut Campur Urusan Hong Kong!
Dunia

Undang Aktivis Pro-Demokrasi..

05 Desember 2020 16:34
Badan Keamanan Lebanon Ungkap Rencana Pembunuhan Sejumlah Tokoh Masyarakat
Dunia

Badan Keamanan Lebanon Ungka..

05 Desember 2020 15:37
Penemuan Luar Biasa Dari Penggalian Kota Pompeii: Harta Karun Orang Romawi Terkaya Bernama Quintus Poppaeus
Dunia

Penemuan Luar Biasa Dari Pen..

05 Desember 2020 15:16
Perang Telah Berakhir, Namun Perjuangan Melawan Stres Pasca-Trauma Baru Saja Dimulai
Dunia

Perang Telah Berakhir, Namun..

05 Desember 2020 14:46
Belasan Penambang Terjebak Tanah Longsor Di Tambang Emas Ilegal Nikaragua
Dunia

Belasan Penambang Terjebak T..

05 Desember 2020 13:48