Kasus Virus Corona Di Amerika Kian Parah, Pakar Kesehatan Minta Pemerintah Gunakan Akal Sehat

Ilustrasi/Net

Dua hari berturut-turut angka kasus baru virus corona di AS melonjak hingga lebih dari 63 ribu dalam sehari. Ahli kesehatan masyarakat terkemuka, Anthony Fauci berulang kali mengingatkan bahkan mendesak agar menghentikan pembukaan dan sebaliknya, kembali pada penguncian.

Begitu juga dengan profesor medis Rutgers, Dr. Bob Lahita, yang meminta para pemimpin berpikir ulang untuk meneruskan pembukaan di tengah lonjakan yang kian mengkhawatirkan.

"Saya berharap para gubernur menggunakan akal sehat dan menutup kembali. Membuka kuncian itu hampir sama dengan tidak bertanggung jawab. Mestinya kita tunda dulu, sampai kita yakin dan memiliki bukti absolut bahwa kita sudah mampu mengendalikan penyakit ini,” katanya dikutip dari CBS News.

Ketika faktor ekonomi menjadi alasan dibukanya penguncian padahal kasus kian tinggi, ia mengatakan itu sama saja dengan "mendorong ke samping" para petugas medis.

"Beberapa pertemuan di rumah gubernur ini ada delapan pengusaha berhadapan dengan satu ahli epidemiologi atau satu dokter," katanya. "Maka, pada akhirnya prioritas untuk banyak gubernur adalah membuat ekonomi kembali bergulir."

Gubernur Texas dan dan Florida telah mendukung pembukaan kuncian yang terlalu dini beberapa waktu lalu, sehingga hasil yang terlihat adalah ICU mulai penuh.

Lahita pun meramalkan akan terjadi kematian luar biasa di daerah-daerah itu. Dengan kelu ia menyebut bahwa rencana pembukaan penguncian adalah ‘ide yang bagus’.

"Kami telah melihat banyak kematian sampai kami menganggap ini serius," kata Lahita.

Negara bagian Georgia juga berjuang melawan lonjakan kasus virus corona setelah Gubernur Republik Brian Kemp membiarkan bisnis seperti salon dan pusat kebugaran dibuka kembali dengan terburu-buru begitu aturan diam di rumah berakhir.

Kemp sendiri saat ini sedang bergulat dengan Walikota Demokrat Atlanta Keisha Lance Bottoms karena berselisih dengan aturan yang tidak bisa dilaksanakan untuk orang-orang di kota itu, yaitu aturan untuk mengenakan masker.

Lahita sangat menyayangkan adanya politisasi karantina dan mitigasi. Pejabat lebih bersedia menanggung resiko.

Lahita menyarankan lebih baik segera memberlakukan lagi penguncian demi keselamatan semua orang.

"Tidaklah memalukan untuk memberlakukan penutupan lagi, jika Anda akan menyelamatkan ratusan nyawa, dan di sanalah kita sekarang," katanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Inggris Amankan 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Novavax
Dunia

Inggris Amankan 60 Juta Dosi..

14 Agustus 2020 12:42
Sambut Normalisasi Hubungan Dengan UEA, Presiden Israel Undang Putra Mahkota MBZ Ke Yerusalem
Dunia

Sambut Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 12:15
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia
Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf ..

14 Agustus 2020 12:08
Diprotes Pengusaha, Malaysia Cabut Pembatasan Rekrutmen TKA
Dunia

Diprotes Pengusaha, Malaysia..

14 Agustus 2020 11:58
Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden
Dunia

Orangtua Kamala Harris Bukan..

14 Agustus 2020 11:38
Akhirnya Pemerintah Lebanon Libatkan Penyelidik Internasional Selidiki Ledakan Beirut Termasuk FBI
Dunia

Akhirnya Pemerintah Lebanon ..

14 Agustus 2020 11:31
Siapa Yang Paling Diinginkan Oleh Negara-negara Monarki Teluk, Trump Atau Biden?
Dunia

Siapa Yang Paling Diinginkan..

14 Agustus 2020 11:20
Turki: Normalisasi Hubungan Israel-UEA Khianati Rakyat Palestina
Dunia

Turki: Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 10:41