Berisiko Tinggi, Perempuan Afganistan Didesak Hindari Kehamilan Sebelum Ada Vaksin Covid-19

Pemerintah Afganistan mendesak pasangan menunda program kehamilan semasa pandemik Covid-19/Net

Pemerintah Afganistan mendesak agar para perempuan menunda rencana kehamilannya selama wabah Covid-19, setidaknya hingga vaksin untuk virus corona baru tersebut ditemukan dan tersedia secara luas.

Pejabat Departemen Kesehatan Masyarakat, Akmal Samsor, pada Sabtu (11/7), mengungkap, perempuan hamil memiliki risiko lima kali lebih tinggi dari perempuan lainnya untuk dirawat di rumah sakit, terutama di unit perawatan intensif (ICU).

Kepada Arab News, Samsor mendesak agar para pasangan mengatur kehamilan di tengah pandemik.

Kementerian Kesehatan juga telah merilis kampanye kesadaran publik pada 1 Juli agar pasangan di Afganistan bisa menggunakan metode keluarga berencana untuk menghindari kehamilan semasa pandemik Covid-19.

Dalam salah satu video yang diunggah di media sosial kementerian Dr. Homaira Ayoubia, menjelaskan risiko Covid-19 bagi perempuan hamil dan tidak hamil. Ia mengatakan, risiko bukan hanya berada pada ibu, namun juga bayi yang dilahirkannya.

Seorang dokter kandungan di rumah sakit yang dikelola pemerintah, Homa Jalil mengatakan, akses layanan untuk perempuan hamil menjadi bermasalah selama pandemik. Itu karena, jumlah kelahiran meningkat sementara ayanan terbatas, sehingga meningkatkan kematian ibu dan bayi yang baru lahir.

"Ada faktor risiko tinggi untuk kehamilan di Afghanistan, dan langkah-langkah pencegahan serius diperlukan untuk mengurangi risiko," ujar seorang ahli kesehatan Afganistan yang berbasis di Inggris, Mohammed Nawrooz Haqmal.

Peringatan dari pemerintah sendiri muncul dari meningkatnya kekhawatiran karena masih melonjaknya kasus Covid-19 di Afganistan, meski negara yang sedang berkonflik tersebut dalam tahap kuncian.

Pada Sabtu, Afganistan sudah mencatat 34.366 kasus Covid-19 dengan hampir 1.000 kematian, di mana 22 persen di antaranya adalah perempuan.

Sebelum pandemik melanda dunia, fasilitas kesehatan di Afganistan sudah sangat buruk. Dengan adanya Covid-19, tekanan sistem perawatan kesehatan dan pemerintah semakin tinggi.

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Jelang 17 Agustus, Dubes Suriah Beri Ucapan HUT RI Ke-75
Dunia

Jelang 17 Agustus, Dubes Sur..

14 Agustus 2020 18:03
Para Dokter Lancarkan Aksi Protes, 8.300 Klinik Di Korea Selatan Tutup
Dunia

Para Dokter Lancarkan Aksi P..

14 Agustus 2020 17:22
Usai UEA, Israel Targetkan Normalisasi Hubungan Dengan Bahrain
Dunia

Usai UEA, Israel Targetkan N..

14 Agustus 2020 16:32
Aplikasi WeChat Di AS Malah Booming Jelang Berlakunya Larangan
Dunia

Aplikasi WeChat Di AS Malah ..

14 Agustus 2020 16:11
Makin Tidak Akur, India Stop Pakai Kapal China Untuk Kirim Minyak
Dunia

Makin Tidak Akur, India Stop..

14 Agustus 2020 16:09
Presiden Ilham Aliyev: Turki Akan Jadi Mitra Utama Kerjasama Militer Azerbaijan
Dunia

Presiden Ilham Aliyev: Turki..

14 Agustus 2020 15:52
Bukan Hanya Pelabuhan Beirut, Beberapa Lokasi Ini Menyimpan Bahan Peledak Yang Berbahaya Dan Belum Diamankan
Dunia

Bukan Hanya Pelabuhan Beirut..

14 Agustus 2020 15:41
Virus Corona Sudah Menyebar, Selandia Baru Perpanjang Lockdown Auckland
Dunia

Virus Corona Sudah Menyebar,..

14 Agustus 2020 15:06