Sepuluh Juta Anak-anak Diperkirakan Tidak Akan Kembali Masuk Sekolah Walaupun Pandemik Berakhir

Anak-anak di sekolah Nakasongola Uganda/Net

Sekitar 9,7 juta anak-anak yang terkena dampak penutupan sekolah akibat wabah virus corona diperkirakan tidak akan pernah kembali masuk sekolah. Kejatuhan ekonomi akibat pandemik telah menyebabkan banyaknya anak usia sekolah yang dituntut untuk bekerja, bahkan banyak anak perempuan yang dipaksa menikah dini agar beban keluarga berkurang.

Badan amal Save the Children mengutip data UNESCO yang menunjukkan bahwa pada bulan April, 1,6 miliar anak muda tidak mengikuti pelajaran sekolah dan universitas sebagai tindakan untuk mencegah penularan Covid-19. Akibatnya 9,7 juta anak akan berhenti sekolah secara permanen.

“Sekitar 10 juta anak mungkin tidak pernah kembali ke sekolah, ini adalah darurat pendidikan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pemerintah harus segera berinvestasi dalam belajar," kata Inger Ashing, kepala eksekutif Save the Childre, seperti dikutip dari AFP, Senin (13/7).

Dikatakan bahwa kejatuhan ekonomi akibat krisis ini dapat memaksa 90 hingga 117 juta anak-anak tambahan jatuh ke dalam kemiskinan, yang berefek langsung pada penerimaan sekolah.

Pada saat yang sama, badan amal asal Inggris itu memperingatkan krisis akibat pandemik itu dapat menyebabkan pengurangan anggaran pendidikan sekitar 77 miliar dolar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah pada akhir tahun 2021.

“Kita beresiko melakukan pemotongan anggaran yang tak tertandingi, yang akan membuat ketimpangan yang semakin besar antara si kaya dan si miskin, serta antara anak laki-laki dan perempuan” kata Inger Ashing.

Badan amal itu mendesak pemerintah dan para donatur untuk menginvestasikan lebih banyak dana di balik rencana pendidikan global baru untuk membantu anak-anak agar bisa kembali ke sekolah saat pandemik mereda, dan mendukung pembelajaran jarak jauh yang sedang berjalan saat ini.

“Kami tahu anak-anak yang paling miskin dan paling terpinggirkan yang sudah berada paling jauh di belakangnya menderita kerugian terbesar, tanpa akses ke pembelajaran jarak jauh atau pendidikan apa pun selama setengah tahun akademik,” kata Ashing.

Save the Children juga mendesak kreditor komersial untuk menunda pembayaran utang untuk negara-negara berpenghasilan rendah. Mereka meyakini langkah ini dapat membebaskan 14 miliar dolar AS untuk program pendidikan.

“Jika kita membiarkan krisis pendidikan ini berlangsung, dampaknya pada masa depan anak-anak akan bertahan lama. Janji yang telah dibuat dunia untuk memastikan semua anak memiliki akses ke pendidikan berkualitas pada tahun 2030, akan mundur beberapa tahun lagi,” katanya, mengutip tujuan PBB.

Laporan itu mencantumkan 12 negara di mana anak-anak paling berisiko tersingkir seperti, Niger, Mali, Chad, Liberia, Afghanistan, Guinea, Mauritania, Yaman, Nigeria, Pakistan, Senegal, dan Pantai Gading.

Badan amal itu memperkirakan ada 258 juta anak-anak dan remaja yang putus sekolah di negara-negara tersebut, bahkan jauh sebelum krisis akibat covid-19.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Bangladesh Relokasi Lagi Ribuan Pengungsi Rohingya Ke Pulau Terpencil
Dunia

Bangladesh Relokasi Lagi Rib..

04 Maret 2021 08:11
Pengadilan Kriminal Internasional Luncurkan Penyelidikan Kejahatan Di Wilayah Palestina
Dunia

Pengadilan Kriminal Internas..

04 Maret 2021 08:07
Pelaku Gunakan Pisau Di Swedia, Tiga Orang Kritis
Dunia

Pelaku Gunakan Pisau Di Swed..

04 Maret 2021 07:55
Myanmar: Kepala UE Kecam Pelanggaran HAM Oleh Militer
Dunia

Myanmar: Kepala UE Kecam Pel..

04 Maret 2021 07:42
Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan, Turki Dan Bosnia Herzegovina Teken Perjanjian Keuangan Militer
Dunia

Tingkatkan Kerja Sama Pertah..

04 Maret 2021 07:09
PBB: 38 Orang Tewas Dalam Hari Paling Berdarah Di Myanmar
Dunia

PBB: 38 Orang Tewas Dalam Ha..

04 Maret 2021 06:59
Blinken: China Adalah Ujian Terbesar, AS Siap Menghadapi Kapan Saja
Dunia

Blinken: China Adalah Ujian ..

04 Maret 2021 06:25
Korban Covid Muslim Dikuburkan Di Pulau Terpencil, Sri Lanka Menuai Protes
Dunia

Korban Covid Muslim Dikuburk..

04 Maret 2021 06:11