Negara Eropa Kompak, Siap Balas China Atas UU Keamanan Nasional Hong Kong

Bendera Uni Eropa dan China/Net

Swedia memberikan dukungan pada Prancis dan Jerman untuk memberikan tanggapan kuat atas diberlakukannya UU keamanan nasional Hong Kong oleh China.

Selain negara-negara tersebut, Denmark dan Belanda juga mendorong Uni Eropa (UE) untuk mempertimbangkan tindakan secara kolektif, melansir Reuters.

Seperti banyak negara Barat lainnya, UE telah mengecam keputusan parlemen China untuk mengeluarkan UU keamanan nasional bagi bekas jajahan Inggris tersebut. Namun tidak ada tindakan balasan yang jelas.

"Ada proposal langkah-langkah khusus yang diusulkan oleh Jerman dan Prancis yang akan saya dukung karena kita perlu bereaksi terhadap apa yang terjadi di Hong Kong," ujar Menteri Luar Negeri Swedi, Anne Linde sebelum pertemuandengan rekan-rekan UE-nya di Brussels .

Bulan lalu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bulan lalu memperingatkan akan ada konsekuensi yang sangat negatif bagi Beijing jika membatasi jaminan kebebasan di Hong Kong.

Hingga kini, para pejabat UE menolak untuk merinci langkah-langkah tersebut, tetapi dua diplomat UE mengatakan mereka tidak memberikan sanksi formal terhadap China, mitra dagang terbesar kedua blok itu.

Sebagai gantinya, mereka mensyaratkan perpanjangan larangan ekspor UE pada peralatan yang dapat digunakan untuk penyiksaan atau pemolisian yang represif, seperti tongkat hingga peluru karet. Selain itu, UE juga memberi aktivis Hong Kong status pengungsi jangka panjang dan mendukung lebih banyak kesempatan bagi siswa Hong Kong untuk belajar di Eropa.

Secara khusus, Swedia sendiri sedang mencari cara pembebasan bagi warganya, Gui Minhai, yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada Februari, usai dituduh oleh Beijing secara ilegal memberikan intelijen di luar negeri.

Gui adalah seorang penjual buku yang sebelumnya berbasis di Hong Kong yang menjual buku-buku yang kritis terhadap kepemimpinan politik China. Ia ditahan oleh polisi China daratan pada 2018. Ia ditangkap ketika bersama dengan para diplomat Swedia ketika berada di kereta api menuju Beijing.

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Inggris Amankan 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Novavax
Dunia

Inggris Amankan 60 Juta Dosi..

14 Agustus 2020 12:42
Sambut Normalisasi Hubungan Dengan UEA, Presiden Israel Undang Putra Mahkota MBZ Ke Yerusalem
Dunia

Sambut Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 12:15
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia
Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf ..

14 Agustus 2020 12:08
Diprotes Pengusaha, Malaysia Cabut Pembatasan Rekrutmen TKA
Dunia

Diprotes Pengusaha, Malaysia..

14 Agustus 2020 11:58
Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden
Dunia

Orangtua Kamala Harris Bukan..

14 Agustus 2020 11:38
Akhirnya Pemerintah Lebanon Libatkan Penyelidik Internasional Selidiki Ledakan Beirut Termasuk FBI
Dunia

Akhirnya Pemerintah Lebanon ..

14 Agustus 2020 11:31
Siapa Yang Paling Diinginkan Oleh Negara-negara Monarki Teluk, Trump Atau Biden?
Dunia

Siapa Yang Paling Diinginkan..

14 Agustus 2020 11:20
Turki: Normalisasi Hubungan Israel-UEA Khianati Rakyat Palestina
Dunia

Turki: Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 10:41