Sebanyak 73 Ribu Orang Hilang Diduga Akibat kekerasan Kartel Narkoba Di Meksiko

Aparat baku tembak dengan geng narkoba/Net

Meksiko merilis angka terbaru jumlah orang hilang akibat kekerasan yang terjadi di negara itu. Disebutkan, sebanyak 73.201 orang dinyatakan hilang. Sebagian besar dari mereka diyakini menjadi korban perang kartel narkoba yang brutal.

Angka itu meningkat dari yang semula berjumlah 61.000 korban pada Januari lalu. Peningkatan angka orang hilang akibat kekerasan kartel melukiskan gambaran yang lebih suram tentang skala pertumpahan darah dan penderitaan di Meksiko, di mana rekor 34.582 orang terbunuh pada tahun lalu.

“Jumlah yang hilang direvisi setelah pencarian mendalam untuk kasus-kasus yang direkam dengan jaksa penuntut negara dan otoritas lokal, yang tidak pernah berhasil masuk ke dalam database nasional,” kata pihak berwenang, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/7).

Data menunjukkan, banyak orang hilang saat tragedi kekerasan setelah gerakan ‘perang melawan narkoba’ yang dimulai pada akhir 2006. Ada sekitar 1.523 kasus yang terkait dengan periode antara 1964 hingga 2005.

Alejandro Encinas, wakil menteri Meksiko untuk hak asasi manusia, mengatakan Meksiko sejak 2006 telah menggali 3.978 kuburan klandestin, di mana 6.625 mayat ditemukan. Hampir 30 persen dari kuburan ditemukan selama pemerintahan Lopez Obrador, yang telah berjanji untuk fokus pada masalah ini.

Meskipun pada Senin (13/7) terdapat lonjakan data orang hilang, menurut Encinas angka itu sebenarnya telah mengalami penurunan tajam dalam enam bulan pertama tahun ini. Penurunan itu mencapai 36,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Diperkirakan, penurunan disebabkan oleh kurangnya pelaporan selama pandemik.

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, telah menjanjikan strategi baru menjinakkan kekerasan kartel sejak ia dilantik menjadi presiden pada 2018 lalu. Dirinya terus berjuang memerangi para kartel itu, bahkan selama pandemik virus corona berlangsung.

Meksiko telah dilanda kekerasan selama bertahun-tahun disaat pemerintah berturut-turut memerangi kartel narkoba yang kejam, seringkali dengan menangkap pemimpin mereka. Hal itu telah mengakibatkan fragmentasi geng dan pertempuran internecine yang semakin ganas.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Inggris Amankan 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Novavax
Dunia

Inggris Amankan 60 Juta Dosi..

14 Agustus 2020 12:42
Sambut Normalisasi Hubungan Dengan UEA, Presiden Israel Undang Putra Mahkota MBZ Ke Yerusalem
Dunia

Sambut Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 12:15
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia
Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf ..

14 Agustus 2020 12:08
Diprotes Pengusaha, Malaysia Cabut Pembatasan Rekrutmen TKA
Dunia

Diprotes Pengusaha, Malaysia..

14 Agustus 2020 11:58
Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden
Dunia

Orangtua Kamala Harris Bukan..

14 Agustus 2020 11:38
Akhirnya Pemerintah Lebanon Libatkan Penyelidik Internasional Selidiki Ledakan Beirut Termasuk FBI
Dunia

Akhirnya Pemerintah Lebanon ..

14 Agustus 2020 11:31
Siapa Yang Paling Diinginkan Oleh Negara-negara Monarki Teluk, Trump Atau Biden?
Dunia

Siapa Yang Paling Diinginkan..

14 Agustus 2020 11:20
Turki: Normalisasi Hubungan Israel-UEA Khianati Rakyat Palestina
Dunia

Turki: Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 10:41