Ini Kata Amerika Serikat Soal Armenia - Azerbaijan Yang Perang Terus

Berkali-kali OSCE melakukan pendekatan untuk perdamaian antar dua negara. Ini kunjungan OSCE pada pengamatan untuk gencatan senjata di Jalur Kontak Artsakh, Armenia dan Azerbaijan pada 2018 silam/Net

Amerika Serikat menyesali dan juga mengutuk dalam "syarat terkuat" bentrokan mematikan antara Armenia dan Azerbaijan yang terjadi pada akhir pekan kemarin, Minggu (12/7). Lewat juru bicara kementerian luar negeri, AS mendesak kedua pihak mematuhi perjanjian gencatan senjata.    

"Kami mendesak pihak-pihak untuk segera berhenti menggunakan kekerasan. Sebaliknya, harus menggunakan hubungan komunikasi langsung yang ada di antara mereka untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. Juga agar kedua negara secara ketat mematuhi gencatan senjata," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Morgan Ortagus, dikutip dari rilis Kementerian Luar Negeri AS, Selasa (14/7).

Pernyataan itu muncul setelah bentrokan yang terjadi di perbatasan Tavush, Armenia, menelan empat korban tewas.

Dua negara pecahan Republik Soviet itu sudah lama terkunci dalam konflik panjang tak berkesudahan. Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh, wilayah perbatasan Azerbaijan-Armenia telah lama menjadi sengketa.

Sejak 12 Mei 1994, Armenia dan Azerbaijan menyepakati gencatan senjata, tetapi kerap dilanggar.

Sebagai Ketua Bersama OSCE Minsk Group, Amerika Serikat tetap berkomitmen kuat untuk membantu kedua pihak mencapai penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh yang damai dan langgeng.

"Kami akan tetap aktif terlibat dalam upaya mencapai tujuan itu," lanjut Ortagus.  

“Sebagai Ketua Bersama OSCE Minsk Group, Amerika Serikat tetap berkomitmen kuat untuk membantu pihak-pihak mencapai penyelesaian damai dan damai dari konflik Nagorno-Karabakh. Kami akan tetap aktif terlibat dalam upaya mencapai tujuan itu,” tutup Ortagus.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang dalam pernyataannya mendesak agar semua mengakhiri pertempuran dan menahan diri dari retorika provokatif.

Guterres menegaskan kembali dukungan penuhnya bagi upaya-upaya Ketua Bersama OSCE Minsk Group untuk mengatasi situasi berbahaya ini dan mencari penyelesaian damai bagi konflik Nagorno-Karabagh yang sudah lama berlangsung.

Insiden bentrokan antara pasukan Armenia dan Azerbaijan meletus di perbatasan Tavush ketika pasukan Azerbaijan tiba-tiba menyerang pasukan Armenia pada Minggu (12/7) sore. 
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Mengenal Tradisi Ramadhan Di Uzbekistan

Senin, 10 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pantau Terus Perkembangan Situasi Yerusalem,  Rusia Lakukan Kontak Dengan Palestina Setiap Hari
Dunia

Pantau Terus Perkembangan Si..

11 Mei 2021 05:58
Tertahan Di Tepi Amu Darya, Ini Cerita Teguh Santosa
Dunia

Tertahan Di Tepi Amu Darya, ..

11 Mei 2021 01:02
Thailand Catat Kasus Pertama Varian B1617, Menginfeksi Seorang Wanita Hamil
Dunia

Thailand Catat Kasus Pertama..

10 Mei 2021 21:57
Aung San Suu Kyi Akan Hadiri Persidangan Secara Langsung Untuk Pertama Kalinya
Dunia

Aung San Suu Kyi Akan Hadiri..

10 Mei 2021 21:03
Malaysia Kembali Berlakukan Perintah Kontrol Gerakan Jelang Lebaran
Dunia

Malaysia Kembali Berlakukan ..

10 Mei 2021 20:46
Bentrokan Di Hari Yerusalem, Ratusan Warga Palestina Terluka
Dunia

Bentrokan Di Hari Yerusalem,..

10 Mei 2021 17:20
Iran Benarkan Adanya Komunikasi Dengan Arab Saudi Demi Perbaiki Hubungan
Dunia

Iran Benarkan Adanya Komunik..

10 Mei 2021 16:43
Terkendala Pembatasan, Kunjungan  Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach Ke Jepang Ditunda
Dunia

Terkendala Pembatasan, Kunju..

10 Mei 2021 16:40