Ketika Pemerintah Tumbang Kena Covid-19, Ribuan Warga Bolivia Turun Ke Jalan

Aksi protes anti-pemerintah yang dilakukan oleh ribuan warga Bolivia/Net

Ribuan warga Bolivia turun ke jalan, tak mengindahkan larangan pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial guna menghentikan penyebaran virus corona baru.

Aksi mereka dilakukan di ibukota, La Paz, pada Selasa (14/7). Tujuannya adalah untuk memprotes pemerintahan sementara yang dipimpin Presiden Jeanine Anez.

Melansir AFP, totalnya ada sekitar 4.000 demonstran yang melakukan aksi dari El Alto ke La Paz, meski kedua kota tersebut saat ini sedang dikarantina.

"Orang-orang mengekspresikan kebutuhan mereka, mereka mengekspresikan suara mereka dengan protes," ujar pemimpin serikat buruh Central Obrera Boliviana, Juan Carlos Huarachi.

Protes anti-pemerintah tersebut dipicu oleh banyaknya keluhan mengenai kebijakan kesehatan dan pendidikan, serta munculnya fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sejak Maret.

"Ada banyak PHK karena kejatuhan ekonomi," ungkap Huarachi.

Dalam protes, para demonstran juga menyerukan agar Menteri Pendidikan Victor Hugh Cardenas mengundurkan diri. Pasalnya, semenjak sekolah ditutup karena pandemik, banyak siswa si pedesaan yang tidak bisa mengikuti sekolah online atau daring.

"Kami meminta internet gratis, karena ada anak-anak yang tidak memiliki ponsel dengan internet dan tidak dapat belajar," seru seorang wanita Aymara asli dari El Alto, Feliciana Quesucala.

Sementara warga marah, pemerintah saat ini diketahui tengah tumbang karena banyaknya pejabat yang terinfeksi Covid-19.

Anez dan lima anggota kabinet serta Presiden Kongres Eva Copa dan pejabat tinggi lainnya, secara beruntun mengidap menyakit sama.

Dalam pesan yang disiarkan di televisi, Anez memperingatkan kepada warga bahwa saat ini adalah situasi yang sulit. Meski begitu, ribuan warga menuntut Anez untuk segera mengadakan pemilihan.

"Apa yang kita inginkan? Pemilihan sekarang!" tuntut demonstran merujuk pada pemilihan umum Bolilvia yang direncanakan pada 6 September namun diperkirakan akan ditunda karena pandemik.

Anez sendiri ditunjuk sebagai presiden sementara pada November setelah pemimpin sosialis Evo Morales mengundurkan diri dan meninggalkan Bolivia.

Saat ini, Bolivia sendiri sudah mencatatkan hampir 50.000 kasus Covid-19 dengan sekitar 2.000 kematian.

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Inggris Amankan 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Novavax
Dunia

Inggris Amankan 60 Juta Dosi..

14 Agustus 2020 12:42
Sambut Normalisasi Hubungan Dengan UEA, Presiden Israel Undang Putra Mahkota MBZ Ke Yerusalem
Dunia

Sambut Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 12:15
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia
Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf ..

14 Agustus 2020 12:08
Diprotes Pengusaha, Malaysia Cabut Pembatasan Rekrutmen TKA
Dunia

Diprotes Pengusaha, Malaysia..

14 Agustus 2020 11:58
Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden
Dunia

Orangtua Kamala Harris Bukan..

14 Agustus 2020 11:38
Akhirnya Pemerintah Lebanon Libatkan Penyelidik Internasional Selidiki Ledakan Beirut Termasuk FBI
Dunia

Akhirnya Pemerintah Lebanon ..

14 Agustus 2020 11:31
Siapa Yang Paling Diinginkan Oleh Negara-negara Monarki Teluk, Trump Atau Biden?
Dunia

Siapa Yang Paling Diinginkan..

14 Agustus 2020 11:20
Turki: Normalisasi Hubungan Israel-UEA Khianati Rakyat Palestina
Dunia

Turki: Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 10:41