Jelang Musim Dingin, Korsel Wajib Tingkatkan Kapasitas Rumah Sakit

Illustrasi penanganan pasien Covid-19/Net

Korea Selatan harus meningkatkan sistem kesehatannya. Rumah sakit-rumah sakit wajib meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. Itu karena ada potensi munculnya penyakit menular yang lebih fatal dari Covid-19.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Presiden National Health Insurance Service (NHIS), Dr Kim Yong-ik kepada Reuters, Kamis (16/7).

"Saya pikir kita akan melihat lebih banyak wabah penyakit seperti itu yang lebih tinggi penularannya dan berakibat fatal," ujar Kim.

"Kita perlu persiapan dengan menjalankan latihan simulasi pada berbagai skenario: bagaimana cara mengganti rumah sakit yang ada, ke mana mengirim staf medis, atau bagaimana mengategorikan pasien," sambungnya.

Meski penanganan Covid-19 oleh Korea Selatan sudah banyak dipuji oleh para pakar, namun Negeri Ginseng tersebut masih merasa belum maksimal.

Kim mengatakan, penanganan awal wabah akan sangat berpengaruh terhadap panyebaran virus di masyarakat secara luas. Selain harus sigap dalam penanganan awal, rumah sakit juga harus dipersiapkan untuk mengatasi lonjakan infeksi.

Saat ini pun, ia mengatakan, rumah sakit harus bersiap memperbanyak staf dan tempat tidur. Pasalnya banyak ahli yang memperkirakan akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 menjelang musim dingin.

"Intervensi awal negara membantu menahan penyebaran virus, tetapi segala sesuatunya dapat menjadi lebih buruk ketika musim dingin dimulai dan sangat penting bagi petugas kesehatan untuk tidak kelelahan sebelum itu," tekan Kim.

Pada 2017, Korea Selatan merupakan negara dengan jumlah tempat tidur rumah sakit terbanyak kedua bersama dengan Jepang, yaitu 12,3 tempat tidur per 1.000 penduduk. Angka tersebut dua kali lipat dari rata-rata jumlah tempat tidur rumah sakit berdasarkan laporan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Namun, jika dilihat dari keseluruhan, tempat tidur rumah sakit di Korea Selatan hanya 10 persen dari total penduduk, masih jauh dari Inggris atau Amerika Serikat. Itu yang menjadi titik lemah potensial, khususnya setelah enam bulan Korea Selatan berjuang melawan wabah.

Selain itu, jurubicara Asosiasi Medis Korea, Kim Dae-ha, mengatakan, proporsi orang sakit dan dokter umum juga menjadi masalah.

Data dari NHIS menunjukkan, sejauh ini Korea Selatan sudah menghabiskan 132 miliar won untuk mengobati pasien Covid-19. Angka tersebut diperkirakan akan membengkak di atas 200 miliar won hingga akhir tahun.

Korea Selatan sendiri sudah mencatatkan 13.551 kasus Covid-19 dengan 289 kematian.

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Inggris Amankan 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Novavax
Dunia

Inggris Amankan 60 Juta Dosi..

14 Agustus 2020 12:42
Sambut Normalisasi Hubungan Dengan UEA, Presiden Israel Undang Putra Mahkota MBZ Ke Yerusalem
Dunia

Sambut Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 12:15
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia
Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf ..

14 Agustus 2020 12:08
Diprotes Pengusaha, Malaysia Cabut Pembatasan Rekrutmen TKA
Dunia

Diprotes Pengusaha, Malaysia..

14 Agustus 2020 11:58
Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden
Dunia

Orangtua Kamala Harris Bukan..

14 Agustus 2020 11:38
Akhirnya Pemerintah Lebanon Libatkan Penyelidik Internasional Selidiki Ledakan Beirut Termasuk FBI
Dunia

Akhirnya Pemerintah Lebanon ..

14 Agustus 2020 11:31
Siapa Yang Paling Diinginkan Oleh Negara-negara Monarki Teluk, Trump Atau Biden?
Dunia

Siapa Yang Paling Diinginkan..

14 Agustus 2020 11:20
Turki: Normalisasi Hubungan Israel-UEA Khianati Rakyat Palestina
Dunia

Turki: Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 10:41