Didakwa Sebarkan Propaganda Terorisme Dan Menghina Erdogan, Jurnalis Jerman Dijatuhi Hukuman Penjara Dua Tahun

Jurnalis Jerman-Turki, Deniz Yucel dituduh sebarkan propaganda terorisme dan menghina Erdogan/Net

Jurnalis Jerman-Turki, Deniz Yucel dijatuhi hukuman dua tahun dan sembilan bulan penjara dalam persidangan yang digelar di Turki. Putusan itu disampaikan secara in absentia, karena Yucel sekarang tinggal di Jerman.

Menurut pengacara Yucel, Veysel Ok, kliennya dianggap bersalah karena telah menyebarkan propaganda untuk Partai Pekerja Kurdistan (PKK), di mana kelompok itu dilarang di Turki.

“Pengadilan menghukum Yucel pada hari Kamis karena menyebarkan propaganda untuk Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang,” kata pengacara Veysel Ok, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/7).

“Pengadilan juga mengajukan tuntutan pidana tambahan terhadapnya karena menghina Presiden Tayyip Erdogan dan karena menghina Republik Turki dan agen-agennya,” kata Veysel.

Veysel mengatakan pengadilan tertinggi Turki telah memutuskan bahwa artikel-artikel yang ditulis oleh Yucel yang menjadi dasar dakwaan berada dalam kewenangan kebebasan berbicara, dan pengadilan yang lebih rendah telah melanggar hukum dengan tidak mematuhi putusan itu.

“(Hakim) menghukum siapa pun yang menulis berita tentang topik yang tidak diinginkan partai yang berkuasa - pada Kurdi, pada warga Armenia. Ini adalah konfirmasi bahwa tidak ada kebebasan pers di Turki,” katanya.

Sementara itu, terdakwa Yucel mengatakan vonis yang dijatuhkan kepadanya bermuatan politis. Dia juga menyatakan tidak peduli dan tidak menyesal atas semua yang pernah dilakukannya, dan menganggap semua itu dilakukan atas dasar profesionalismenya sebagai jurnalis.

“Ini adalah vonis politik,” tulis Yucel di koran Die Welt setelah vonis itu.

“Pada akhirnya saya tidak peduli tentang itu.  Saya ditangkap karena melakukan pekerjaan saya sebagai jurnalis. Dan saya sama sekali tidak menyesal melakukan itu,” tambahnya.

Yucel yang kini tinggal di Jerman pernah mendekam selama satu tahun di penjara di Turki, termasuk di sel isolasi, tanpa didakwa setelah ditangkap pada 14 Februari 2017. Penangkapan dan pemenjaraannya memicu krisis diplomatik antara Berlin dan Ankara sebelum pembebasannya dan kembali ke Jerman.

Penangkapannya terjadi sebagai bagian dari penumpasan besar-besaran terhadap tersangka pembangkang setelah kudeta yang gagal pada 16 Juli 2016. Kritik terhadap Erdogan mengatakan presiden telah menggunakan upaya kudeta sebagai alasan untuk menyingkirkan lawan yang tidak diinginkan, termasuk banyak wartawan, aktivis hak asasi manusia dan pengacara.

Kritikus internasional mempertanyakan independensi peradilan Turki, terutama sejak tindakan keras setelah percobaan kudeta pada 2016.

Mereka mengatakan pemerintah menggunakan kudeta itu sebagai dalih untuk menangkal perselisihan, dan Turki adalah salah satu penjara jurnalis terbesar di dunia. Sementara itu, Erdogan mengatakan langkah-langkah itu diperlukan mengingat risiko keamanan yang dihadapi Turki, dan pengadilan membuat keputusan independen.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31