Pelaku Pembunuhan Sadis CEO Ojek Online Ternyata Asisten Pribadi, Motifnya Utang 100 Ribu Dolar AS

Tersangka Tyrese Haspil berjalan dikawal para detektif NYPD menuju ke mobil polisi/Net

Polisi berhasil menangkap seorang tersangka yang diduga telah membunuh dan memutilasi CEO Gokada, aplikasi ojek online Nigeria, Fahim Saleh. Pria itu diidentifikasi sebagai Tyrese Haspil (21), orang kepercayaan Saleh sendiri.

Haspil diketahui menjabat sebagai asisten keuangan dan urusan pribadi Saleh. Motif sementara pembunuhan diduga terkait soal utang-piutang. Diduga, Haspil memiliki sejumlah utang yang cukup banyak kepada bosnya itu. Utang tersebut diduga berasal penggelapan yang dilakukan Haspil kepada Saleh yang nilainya mencapai 100 ribu dolar AS.

“Haspil adalah asisten eksekutif Saleh. Dia menangani keuangan dan urusan pribadi korban. Diduga pelaku punya utang banyak pada korban,” kata Detektif Utama Departemen Kepolisian New York (NYPD), Rodney Harrison, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/7)

Jasad Saleh pertama kali ditemukan di rumahnya di kawasan Manhattan, New York, Selasa (14/7) sore waktu setempat. Sebuah gergaji mesin yang diduga digunakan untuk memutilasi ditemukan tergeletak di samping bagian tubuh korban yang terpotong. Sementara, kepala dan anggota tubuh korban lainnya ditemukan di tempat lain di apartemen itu.

Harrison mengatakan, sebelum dibunuh Saleh diduga diserang terlebih dahulu  dengan menggunakan taser oleh tersangka pada Senin (13/7). Atas perbuatannya itu Haspil akan menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat dua.

“Tyrese Haspil didakwa dengan pembunuhan tingkat dua atas pembunuhan mengerikan di dalam apartemen Saleh, East Houston Street,” kata Harrison.

Fahim Saleh adalah anak dari pasangan imigran Bangladesh yang menetap di Amerika. Dia tercatat sebagai mitra pendiri Adventure Capital, yang berinvestasi dalam startup di negara-negara berkembang.

Menurut laporan media lokal, Saleh baru-baru ini membeli apartemen tempat dia dibunuh dengan harga sekitar 2,2 juta dolar AS.

Sementara itu Gokada mengatakan pihaknya terkejut dan sedih atas kejadian tragis yang menimpa CEO mereka.

“Semangat Fahim untuk Nigeria dan masa mudanya tak terukur. Dia percaya anak muda Nigeria adalah individu yang sangat cerdas dan berbakat yang akan berkembang jika diberi kesempatan yang tepat. Fahim juga percaya bahwa teknologi dapat mengubah kehidupan dan meningkatkan keselamatan dan efisiensi. Dia membangun Gokada untuk bertindak pada keyakinan ini," kata pernyataan itu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01
Jepang Dalam Mode Siaga Tinggi, Temukan Kasus Varian Baru Tanpa Riwayat Perjalanan Ke Inggris
Dunia

Jepang Dalam Mode Siaga Ting..

19 Januari 2021 13:26
Klaim Tak Punya Kasus Virus Corona, Turkmenistan Jadi Negara Asia Tengah Pertama Yang Daftarkan Vaksin Rusia
Dunia

Klaim Tak Punya Kasus Virus ..

19 Januari 2021 13:22
Imbauan Carrie Lam: Sebaran Covid-19 Tidak Berhubungan Dengan Ras Atau Etnis
Dunia

Imbauan Carrie Lam: Sebaran ..

19 Januari 2021 13:04
Tidak Bijak Bagi Joe Biden Untuk Mengubur Pencapaian Manis Donald Trump Atas Korea Utara
Dunia

Tidak Bijak Bagi Joe Biden U..

19 Januari 2021 12:38
Pemilu Palestina, PM Mohammed Shtayyeh Minta Uni Eropa Kirim Pengamat Independen
Dunia

Pemilu Palestina, PM Mohamme..

19 Januari 2021 12:15
Kecewa Dengan UE, Kosovo Putuskan Untuk Ambil Sikap Dalam Waktu Dekat
Dunia

Kecewa Dengan UE, Kosovo Put..

19 Januari 2021 11:49
Jepang: Tuntutan Kompensasi Korsel Atas Korban Jugun Ianfu Merusak Hubungan
Dunia

Jepang: Tuntutan Kompensasi ..

19 Januari 2021 11:37