Dianaktirikan Uni Eropa, Polandia Dibela Amerika Serikat

Presiden Polandia, Andrzej Duda/Net

Mantan negara satelit Uni Soviet, Polandia, sedang merasakan perlakuan berbeda dari keluarganya di Uni Eropa (UE). Akhir-akhir ini, blok tersebut kerap mengkritik Polandia karena dianggap mulai otoritarian.

Meski begitu, Amerika Serikat (AS) tampaknya tidak sepakat dengan kritikan UE. Dutabesar AS untuk Polandia, Georgette Mosbacher bahkan membela Polandia dengan menganggap kritikan UE terlalu berlebihan.

Sejak berkuasa pada tahun 2015, Partai Hukum dan Keadilan (PiS) yang digawangi oleh Presiden Andrzej Duda dikritik karena perombakan sistem peradilan Polandia yang dianggap melanggar undang-undang UE.

Selain alasan tersebut, UE juga menganggap Polandia, bersama dengan Hongaria dan Rumania, tengah disantroni oleh nilai-nilai otoritarianisme. Lantaran, dalam pemilihan umum pada Minggu (12/7), Duda berhasil mempertahankan posisinya dan memperkuat mandat pemerintah untuk melakukan reformasi peradilan dan media.

Kritikan-kritikan UE tersebut pada dasarnya muncul ketika Duda berusaha untuk menentang LGBT yang menurutnya lebih buruk daripada komunisme. Sementara UE sendiri dikenal sangat menjunjung tinggi kebebasan berdasarkan orientasi seksual.

Menanggapi berbagai kritikan yang dilayangkan kepada Polandia, Mosbacher mengatakan kepada Reuters bahwa UE belum bisa menerima perkembangan dan kemajuan ekonomi Warsaw. Sementara itu, menurutnya, tidak ada masalah dalam nilai demokrasi di Polandia.

"Jika Anda bertanya kepada saya apakah saya berpikir bahwa banyak serangan terhadap Polandia tentang nilai-nilai demokrasi yang berlebihan, jawaban saya adalah ya," ujarnya pada Sabtu (18/7)

"Ia (Polandia) masih dipandang sebagai remaja di UE dan sekarang tidak lagi. Saya pikir, Prancis dan Jerman belum nyaman dengan itu," sambungnya.

Pada 1947, Polandia lahir dengan nama Republik Rakyat Polandia dan berada di bawah pengaruh Uni Soviet. Setelah revolusi pada 1989, Polandia menjadi negara berdaulat sebagai republik demokratis.

Polandia baru menjadi anggota UE pada 2004. Namun ekonomi Polandia berkembang dengan pesat, seiring dengan meningkatnya pendidikan dan kualitas hidup di sana.

Ketika PiS berkuasa, Polandia mencoba mendekatkan diri dengan AS, khususnya di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Bahkan dalam perjanjian yang disepakati Duda dan Trump pada bulan Juni 2019, AS akan mengirim 1.000 pasukannya ke Polandia. Implementasi dari perjanjian tersebut, dikatakan Mosbacher, akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53
Kolombia Akan Usir WNA Yang Gelar Pesta Di Tengah Pembatasan Covid-19
Dunia

Kolombia Akan Usir WNA Yang ..

19 Januari 2021 16:01
Mantan PNS Thailand Divonis 43 Tahun Penjara Usai Kritik Kerajaan
Dunia

Mantan PNS Thailand Divonis ..

19 Januari 2021 15:51
Filipina Dinyatakan Terbebas Dari Flu Burung H5N6
Dunia

Filipina Dinyatakan Terbebas..

19 Januari 2021 15:00
Ikhwanul Muslimin Kecam Keputusan Pemerintah Mesir Sita Aset Milik Kelompoknya: Ini Balas Dendam Bermotif politik
Dunia

Ikhwanul Muslimin Kecam Kepu..

19 Januari 2021 14:34
Nahas, 15 Buruh Migran Tewas Tertindih Truk Ketika Tidur Di Trotoar
Dunia

Nahas, 15 Buruh Migran Tewas..

19 Januari 2021 14:27
Siap Tangkis Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Pertahanan Di Pangkalan Tentara Hukou
Dunia

Siap Tangkis Serangan China,..

19 Januari 2021 14:10
WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01