Prancis Mulai Terapkan Hukuman Denda Bagi Yang Tidak Pakai Masker

Warga Prancis mengenakan masker/Net

Pemerintah Prancis mulai menerapkan denda bagi siapa saja yang tidak memakai masker di ruang publik tertutup mulai hari ini, Senin (20/7). Denda yang dikenakan jumlahnya cukup besar, yakni 135 euro.

Keputusan itu sesuai dengan pengumuman Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran pada Sabtu (18/7) yang mengatakan kewajiban baru akan mulai diterapkan pada hari Senin dan peratuan itu akan berlaku untuk toko-toko dan supermarket, mencakup pasar produk segar, bank, museum, dan perusahaan lain yang terkait dengan kepentingan umum, seperti dikutip dari AFP, Senin (20/7).

Peraturan wajib menggunakan masker telah lebih dulu diterapkan pada transportasi umum, dan bagi para pelanggar akan dihukum dengan denda dalam jumlah yang sama.

Untuk orang-orang yang bekerja di kantor, pemerintah mengatakan para pengusaha harus menyiapkan kebutuhan masker di perusahaan mereka.

Layanan kesehatan publik Prancis mencatat pada akhir pekan bahwa jumlah yang disebut ‘R’ menunjukkan tingkat penularan virus telah meningkat menjadi lebih dari satu, yang berarti bahwa setiap orang yang terinfeksi dapat  menulari sekitar 1 atau 2 orang secara bergantian.

Seperti kebanyakan negara lain, pemerintah Perancis pada awal pandemik menganjurkan warganya untuk tidak mengenakan masker, dan telah membatasi pembelian masker untuk menjaga stok yang diperuntukan bagi para  petugas kesehatan. Pemerintah Prancis juga sempat berpendapat bahwa masker tidak benar-benar bekerja untuk mengendalikan infeksi.

Tetapi saat pemerintah melakukan pencabutan status penguncian dari sebagian wilayah pada 11 Mei lalu, masyarakat pengguna angkutan umum telah diwajibkan untuk mengenakan masker. Peraturan wajib masker itu juga berlaku bagi para pengunjung fasilitas umum di Prancis seperti Museum Louvre, Disneyland Paris, dan Menara Eiffel. Pekerja restoran juga harus memakainya, seperti halnya pelanggan sebelum mereka duduk untuk makan.

Prancis telah memulai kampanye produksi masker dalam negeri, setelah sebelumnya harus bergantung pada impor dari negara-negara luar seperti China.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak Pendapat Perolehan Joe Biden - Donald Trump Hanya Terpaut Tipis
Dunia

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak..

25 September 2020 06:51
Nancy Pelosi: Omong-omong Anda Tidak Berada Di Korea Utara Atau Arab Saudi. Ini Amerika, Tuan Trump!
Dunia

Nancy Pelosi: Omong-omong An..

25 September 2020 06:33
Hamas Dan Fatah Mulai Akur, Sepakat Gelar Pemilu Pertama Palestina Sejak 15 Tahun
Dunia

Hamas Dan Fatah Mulai Akur, ..

25 September 2020 06:14
Ditangkap Polisi Hong Kong, Aktivis Joshua Wong Tegaskan Dia Akan Tetap Melawan
Dunia

Ditangkap Polisi Hong Kong, ..

25 September 2020 05:58
Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14