Terkait 5G Huawei, Tekanan Kuat Dari AS Bikin Eropa Mati Lemas

Huawei di Eropa/Net

Selama berbulan-bulan, sebagian besar negara Uni Eropa bersembunyi di balik punggung Inggris terkait teknologi China Huawei. Diam-diam orang Eropa berharap mereka bisa memiliki keduanya, mendapatkan upgrade telepon seluler cepat dan hemat biaya buatan China, sambil menghindari masalah dengan sekutunya, yaitu AS.  

Ketika akhirnya Inggris membuat keputusan pada 14 Juli untuk memblokir Huawei, orang-orang Eropa menyadari mereka telah kehilangan ‘tumpuan’.

Sebuah artikel di Financial Times Friday berjudul ‘Eropa Menghadapi Penentuan Terkait Persoalan Huawei’  menyoroti kebijakan utama China yang memerlukan respons tegas dari Eropa. Yang menjadi aneh, menurut tulisan dalam artikel itu, mengapa Inggris mengatakan teknologi Huawei dapat mengancam keamanan mereka?

Apa yang dimaksud mengancam? Mestinya, pertanyaannya dibalik menjadi: ‘siapa yang yang merampas tumpuan Eropa?’

Memang, masuk akal bagi pemerintah mana pun untuk mengutamakan pembangunan dan kepentingan negaranya. Masalahnya adalah media dan pengamat Barat, yang dicuci otaknya oleh pendekatan ‘kebijakan’ gaya AS, cenderung mengotori semua yang dilakukan Tiongkok.

Apakah selama ini China telah mengambil tindakan proteksionis atau memaksa negara lain untuk membuat konsesi perdagangan? Apakah China meninggalkan kewajiban dan tanggung jawab globalnya? Menodai perjanjian internasional atau menarik diri dari organisasi internasional hanya karena tidak puas dengan jumlah kepentingan yang diperolehnya?

Apakah China telah membalikkan moralitas internasional seperti halnya Amerika Serikat, yang meluncurkan perang dagang di seluruh dunia dan menekan sekutunya pada masalah-masalah mulai dari anggaran pertahanan hingga aplikasi TikTok?

Jika AS mengatakan bahwa Beijing mempromosikan ‘kebijakan utama China’ melalui kasus Huawei, itu adalah argument yang salah, menurut artikel itu. Apakah Eropa memilih teknologi Huawei atau tidak, seharusnya tidak menjadi masalah.

Sayangnya, sekarang telah menjadi masalah persaingan geopolitik, berkat serangan politik dan ideologis dari AS yang terus-menerus memojokkan Huawei.  

Yang lucu adalah tentang perlawanan AS terhadap perusahaan China. Washington menolak kesuksesan jaringan 5G Huawei dan mencari segala cara untuk menindaknya, termasuk memaksa sekutunya untuk melakukan hal yang sama. ‘Ini benar-benar konyol!” tulis artikel itu.

Laporan menunjukkan Huawei telah diinformasikan oleh pemerintah Inggris secara pribadi bahwa faktor-faktor geopolitik berada di belakang keputusan terakhir negara itu, dengan petunjuk bahwa segala sesuatunya dapat dibalik setelah pemilihan presiden AS pada November.

Jadi, sebenarnya, yang saat ini dihadapi oleh Eropa bukanlah karangan soal ‘kebijakan China’ yang menjadikan halangan untuk jaringan 5G beraksi,  tetapi justru yang terjadi adalah ‘kebijakan AS’ yang mendepaknya.

“AS yang memainkan semua ini dengan cerdas,” tulis artikel itu.

Pilihan Inggris atas Huawei mestinya tidak dibuat berdasarkan tekanan dari China, London, atau Brussels. Juga bukan paksaan dari Beijing.

Tekanan yang semakin kuat dari AS telah membuat Eropa mati lemas, dan yang terakhir harus memilih satu sisi; sisi AS.

“Jika Eropa memang menghadapi pilihan yang menentukan, itu akan menjadi cara untuk mencari tahu siapa mitra sebenarnya dan siapa teman yang beracun,” tutup artikel itu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13