Mempekerjakan Paksa Warga Uighur, 11 Perusahaan China Disanksi AS

Sebanyak 11 perusahaan China diberi sanksi oleh Amerika Serikat karena melanggar HAM etnis Uighur di Xinjiang/Net

Amerika Serikat (AS), melalui Departemen Perdagangan, menjatuhkan sanksi terhadap 11 perusahaan China karena dianggap terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia minoritas Uighur di Xinjiang.

Melalui sebuah pernyataan pada Senin (20/7), sanksi yang diberikan adalah dengan membatasi perusahaan-perusahaan tersebut ke barang-barang asal AS, termasuk komoditas dan teknologi.

Dari pernyataan tersebut, perusahaan-perusahaan tersebut terlibat dalam pelaksanaan kampanye represi China terhadap minoritas muslim di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang (XUAR), termasuk penahanan sewenang-wenang secara massal, kerja paksa, pengumpulan data biometrik paksa, dan analisis genetik.

Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan, sanksi diberikan untuk memastikan agar barang-barang AS tidak digunakan untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut.

"Beijing secara aktif mempromosikan praktik kerja paksa yang tercela dan skema pengumpulan serta analisis DNA yang kejam untuk menekan warga," ujar Ross seperti dikutip Anadolu Agency.

"Tindakan ini akan memastikan barnag dan teknologi kami tidak digunakan dalam serangan tercela Partai Komunis China terhadap populasi minoritas muslim yang tidak berdaya.

Adapun dari 11 perusahaan, delapan di antaranya dikenai sanksi atas kerja paksa dan dua lainnya melakukan analisis genetik.

Delapan perusahaan tersebut adalah Changji Esquel Textile Co Ltd; Hefei Bitland Information Technology Co Ltd; Hefei Meiling Co Ltd; Hetian Haolin Hair Accessories Co Ltd; Hetian Taida Apparel Co, Ltd; KTK Group; Nanjing Synergy Tekstil Co Ltd; Nanchang O-Film Tech; dan Tanyuan Technology Co Ltd.

Dua lainnya adalah Xinjiang Silk Road BGI dan Beijing Liuhe BGI.

XUAR merupakan rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur. Sebanyak 45 persen populasi Xinjiang berasal dari kelompok muslim Turki, yang telah lama menuduh pemerintah China melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi.

Pakar PBB mengatakan, sebanyak satu juta orang di Xinjiang atau sekitar 7 persen dari populasi muslim di sana ditahan dan dimasukkan ke dalam kamp-kamp pendidikan ulang.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13