Akhirnya, Uni Eropa Sepakati Paket Stimulus Ekonomi Senilai Rp 31 Ribu Triliun

Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman, Angela Merkel/Net

Uni Eropa (UE) pada akhirnya menyepakati rencana paket stimulus ekonomi Covid-19 setelah pertemuan puncak selama lima hari yang diwarnai berbagai perbedaan pendapat dan jalan buntu.

Kesepakatan tersebut dicapai pada Selasa (21/7) pukul 5.15 pagi dan menjadi momen bersejarah bagi UE. Lantaran total angka paket stimulus yang disepakati adalah 1,85 triliun euro atau setara dengan Rp 31 ribu triliun (Rp 16.900/euro). Itu merupakan paket bantuan terbesar yang pernah dianggarkan oleh UE sepanjang sejarah.

Beberapa waktu setelah para pemimpin mencapai kesepakatan, Presiden Dewan Eropa sekaligus Ketua KTT, Charles Michel mencuit "Setuju!" melalui akun Twitter-nya.

"Perjanjian ini mengirimkan sinyal konkret bahwa Eropa adalah kekuatan untuk bertindak," ujar Michel seperti dikutip Reuters.

Dengan paket stimulus ekonomi tersebut, sebanyak 750 miliar euro atau sekitar Rp 12 ribu triliun digunakan sebagai dana pinjaman dan hibah. Sementara 1,1 triliun miliar atau sekitar 18 ribu triliun adalah anggaran yang sudah dikumpulkan UE periode 2017 hingga 2021 untuk memperbaiki resesi.

Pada awalnya, banyak pihak yang meragukan kesepakatan UE tersebut. Namun Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi dua tokoh yang menentukan berhasilnya kesepakatan.

Bahkan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen memeberikan ucapan terima kasihnya kepada Merkel yang membantu mengarahkan proses negosiasi.

Di antara 27 negara, Belanda menjadi pemimpin kelompok negara-negara "hemat", seperti Austria, Swedia, Denmark, dan Finlandia. Kelompok negara ini menolak usulan bantuan hibah kepada Italia, Spanyol, dan negara-negara Mediterania lainnya. Menurut mereka bantuan harus diberikan dalam bentuk pinjaman bukan hibah.

"Ada beberapa bentrokan, tetapi itu semua adalah bagian dari permainan," kata Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, menggambarkan hubungan "hangat" dengan mitranya dari Italia Giuseppe Conte.

Pertemuan juga sempat memanas pada Minggu malam (19/7), ketika Macron dan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki menyebut kelompok "hemat" tersebut sebagai negara-negara "egois".

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31