AS Keluarkan Sayembara Berhadiah 5 Juta Dolar AS Bagi Yang Bisa Tangkap Ketua Mahkamah Agung Venezuela Maikel Moreno

Ketua Mahkamah Agung Venezuela Maikel Moreno berbicara selama upacara untuk menandai pembukaan tahun yudisial di Mahkamah Agung (TSJ), di Caracas, Venezuela, 24 Januari 2019/Net

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengumumkan sayembara berhadiah 5 juta dolar AS bagi siapa saja yang bisa menangkap atau memberikan informasi tentang Ketua Mahkamah Agung Venezuela Maikel Moreno.

Mike Pompeo mengumumkan hal tersebut setelah AS memberlakukan sanksi terhadap Maikel Moreno karena diduga berpartisipasi dalam kejahatan transnasional terorganisir. Sanksi yang dijatuhkan pada Moreno, sekutu Presiden Venezuela Nicolas Maduro, adalah melarang dia dan istrinya bepergian ke Amerika Serikat atas tuduhan keterlibatannya dalam korupsi yang signifikan.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan hadiah itu ditawarkan melalui Program Hadiah Kejahatan Terorganisir Transnasional Departemen Luar Negeri.

Sementara itu, Moreno mengatakan pengadilan Venezuela tidak akan menerima "pengawasan" dari pemerintah asing.

“Ini bukan pertama kalinya corong kekaisaran Amerika Utara berusaha menyerang saya dengan serangan canggung mereka, penuh manipulasi dan kebohongan,” kata Moreno, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (22/7).

AS mendakwa Moreno pada bulan Maret dengan tuduhan pencucian uang di bawah serangkaian dakwaan terhadap Maduro dan lebih dari selusin pejabat penting Venezuela lainnya atas tuduhan ‘terorisme’ dalam peningkatan upaya pemerintahan Trump untuk menggulingkan pemimpin sosialis itu.

Pompeo mengatakan bahwa dalam posisinya, Moreno secara pribadi telah menerima uang atau suap properti untuk mempengaruhi hasil kasus perdata dan pidana di Venezuela.

Amerika Serikat sebelumnya memasukkan daftar hitam Moreno dan tujuh anggota Mahkamah Agung Venezuela lainnya pada tahun 2017 sebagai hukuman karena membatalkan Kongres yang dipimpin oposisi awal tahun itu, membekukan aset AS-nya dan umumnya melarang orang Amerika melakukan bisnis dengannya.

Amerika Serikat dan lusinan negara lain telah mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sah Venezuela, dan menganggap pemilihan kembali Maduro pada 2018 sebagai tipuan. Tetapi Maduro tetap berkuasa, didukung oleh militer negara itu serta mendapat pengakuan Rusia, China dan Kuba.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi Salah Satu Negara Prioritas China Untuk Pengiriman Vaksin Covid-19
Dunia

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi ..

26 November 2020 17:44
Keluarga Kerajaan Swedia Diserang Virus Corona, Pangeran Carl Philip dan Istri Positif Covid-19
Dunia

Keluarga Kerajaan Swedia Dis..

26 November 2020 17:25
Konflik Tigray, PM Abiy Ahmed: Gerbang Perdamaian Untuk TPLF Telah Ditutup Rapat
Dunia

Konflik Tigray, PM Abiy Ahme..

26 November 2020 17:06
Australia Pecat 10 Tentara Atas Laporan Pembunuhan Ilegal Di Afganistan
Dunia

Australia Pecat 10 Tentara A..

26 November 2020 16:42
Tiba Di Korsel, Menlu China Bahas Hubungan Kedua Negara Hingga Nuklir
Dunia

Tiba Di Korsel, Menlu China ..

26 November 2020 15:50
Pandemi Belum Reda, Jerman Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Awal Januari 2021
Dunia

Pandemi Belum Reda, Jerman P..

26 November 2020 15:36
WHO Peringatkan Bahaya 'Infodemik' Yang Disebar Ahli Teori Konspirasi
Dunia

WHO Peringatkan Bahaya 'Info..

26 November 2020 15:25
Siap Masuk Brasil, Perusahaan Vaksin Pfizer Sudah Kirim Hasil Tes
Dunia

Siap Masuk Brasil, Perusahaa..

26 November 2020 14:41