Donald Trump Dituntut Untuk Minta Maaf Atas Tuduhan Covid-19

Shi Zhengli, pemimpin Pusat Penyakit Menular di Institut Virologi Wuhan 1/Net

Ilmuwan terkemuka yang memimpin Pusat Penyakit Menular di Institut Virologi Wuhan menuntut Amerika Serikat untuk meminta maaf atas klaim mereka selama ini. Sejak awal pandemik, AS melemparkan tuduhan dan memprovokasi negara lain untuk ikut meyakini bahwa virus corona berasal dari laboratorium Wuhan yang bocor.

Shi Zhengli akhirnya menegaskan soal hasil penyelidikan yang telah mementahkan kemungkinan virus corona bocor dari laboratorium.

"Klaim Trump bahwa Covid-19 bocor dari institute kami, itu terbukti benar-benar bertentangan dengan fakta,” tegas Zhengli, dikutip dari SCMP yang bersumber dari majalah Science.

Zhengli membantah bahwa dia atau anggota timnya telah melakukan kontak dengan virus corona sebelum terdeteksi di kota tersebut pada akhir tahun lalu.

“Hal ini membahayakan dan mempengaruhi pekerjaan akademik dan kehidupan pribadi kami. Dia berutang permintaan maaf kepada kami," tegasnya.

Sebelumnya, pejabat pemerintah AS termasuk Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo selalu mengubar teori bahwa wabah Covid-19 telah dimulai di laboratorium di Wuhan tempat para ilmuwan mempelajari virus kelelawar raTG13.

Virus raTG13, yang ditemukan pada kotoran kelelawar di sebuah gua di barat daya China, adalah sepupu yang paling dekat dengan virus corona. Lebih dari 96 persen ada kesamaan gen. Perbedaan terbesar di antara mereka adalah protein yang mengikat virus ke sel inang.

Peneliti pemerintah AS belum menemukan penjelasan untuk hasil yang tampaknya bertentangan, tetapi setuju dengan konsensus dalam komunitas penelitian global bahwa virus itu bisa ada jauh sebelum terdeteksi di China pada akhir Desember.

"Sars-CoV-2 mungkin telah beradaptasi pada manusia sebelum wabah di Wuhan, Cina," kata mereka di surat kabar.

Shi ‘wanita kelelawar’ karena penelitiannya tentang virus corona pada mamalia, juga mengecam keputusan National Institutes of Health pada bulan April untuk menghentikan pendanaan penelitian bersama dengan EcoHealth Alliance yang bermarkas di New York.

"Kami tidak memahami penghentian dukungan pendanaan NIH untuk proyek kolaborasi kami dan merasa itu benar-benar tidak masuk akal," katanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31