Jatuhkan Sanksi Baru, AS Sasar Putra Sulung Presiden Suriah

Hafez al-Assad (tengah), putra Presiden Suriah Bashar al-Assad yang telah ditampar dengan sanksi AS, menghadiri Olimpiade Matematika Internasional di Cluj Napoca, Rumania pada 2018/AFP

Amerika Serikat semakin memperluas upaya untuk menumbangkan rezim Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Kali ini, negeri Paman Sam menjatuhkan sanksi terbaru yang menyasar putra sulung Assad yang masih remaja bernama Hafez al-Assad.

Sanksi tersebut menyebabkan Hafez, yang masih berusia 18 tahun, tidak akan diizinkan untuk bepergian ke Amerika Serikat atau memelihara aset di negara tersebut.

Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat (Rabu, 29/7), sanksi terbaru itu dijatuhkan sebagai upaya untuk memblokir dana untuk rezim Assad.

Sanksi itu dibuat sebagai bagian dari serangkaian sanksi kedua di bawah Caesar Act, yakni sebuah undang-undang di Amerika Serikat yang mulai berlaku pada Juni lalu dan bertujuan untuk tidak menormalkan rezim Assad, bahkan ketika berhasil memenangkan kembali sebagian besar Suriah setelah perang sembilan tahun.

"Kami akan terus meminta Bashar al-Assad dan rezimnya bertanggung jawab atas kekejaman mereka, sambil menjaga ingatan korban mereka tetap hidup," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.

Selain Hafez, tokoh lainnya yang dijerat dengan sanksi baru Amerika Serikat adalah seorang pengusaha Suriah Wassim Anwar al-Qattan, yang terlibat dalam proyek konstruksi utama di Damaskus.

Melansir AFP, seorang pejabat senior Amerika Serikat yang dekat dengan situasi tersebut, mengatakan bahwa sanksi terbaru yang menyasar putra sulung Assad itu dimaksudkan untuk menghentikan Hafez dari menjadi saluran bagi keluarganya di luar negeri.

"Itu juga karena kita telah melihat peningkatan dalam keunggulannya di dalam keluarga," kata pejabat yang enggan disebutkan namanya itu.

"Anak-anak dewasa pada dasarnya terus melakukan bisnis atas nama dan atas nama orang tua yang mereka sanksi atau kerabat dewasa lainnya," jelasnya.

Nama Hafez al-Assad sebenarnya telah menarik sorotan beberapa tahun terakhir. Sebagian besar karena kecintaanya terhadao matematika.

Dia kerap ambil bagian dalam sejumlah kompetisi matematika internasional, seperti di Brasil dan Rumania.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31