Pemerintah Perlu Tinjau Kurikulum Pendidikan Di Hong Kong Untuk Singkirkan ‘Apel Busuk’

Siswa ikut aksi protes di luar St Pauls College selama protes di Hong Kong, hal yang disebut ada 'apel busuk' yang pembawa pengaruh buruk/Net

Otoritas pendidikan Hong Kong akan mengkaji ulang kurikulum pembelajaran untuk semua sekolah di Hong Kong. Sekolah harus memiliki tanggung jawab untuk memperkuat semangat identitas nasional para siswa, sesuai dengan pernyataan Kepala keamanan Hong Kong John Lee Ka-chiu.

Dalam sebuah wawancara dengan media Beijing, Ta Kung Pao, yang diterbitkan pada Kamis, Lee menyerukan agar diterapkan manajemen pendidikan yang lebih ketat untuk menyingkirkan semua hal yang membawa ‘pengaruh buruk’ yang disebutnya sebagai  ‘apple busuk’. 

Lee menekankan bahwa sekolah bukan untuk berpolitik. Seorang guru yang profesional tidak akan mempengaruhi pikiran anak didiknya. Seseorang yang buruk akan membawa pengaruh buruk bagi yang lainnya. Bagi Lee, itu semua sebagian karena kegagalan pemerintah memberlakukan UU Keamanan Nasional.

"Banyak dari mereka di sektor ini berkomitmen pada pendidikan," kata Lee, ikutip dari SCMP. Jumat (31/7).

"Tapi ada beberapa orang yang membawa pengaruh buruk, mereka adalah ‘apel busuk’. Sebagian kecil dari mereka menyalahgunakan profesi. Oleh karena itu, kita perlu memulai peningkatan manajemen sekolah, dan manajemen pegawai," lanjut Lee.

Pihak berwenang yang menangani pendidikan menerima 222 komplain terkait penyalahgunaan profesi guru dalam insiden sosial antara Juni 2019 dan Juni 2020. Di antara 180 penyelidikan yang telah selesai, 26 guru telah ditegur atau menerima surat peringatan.

Pada akhir bulan lalu, sebanyak 3.725 orang dari 9.216 orang yang ditangkap dalam unjuk rasa anti pemerintah adalah pelajar. Sebanyak 45 persen dari mereka masih duduk di bangku sekolah menengah.

"Saat satu pelajar melakukan kejahatan, itu akan berdampak kepada seluruh keluarganya," kata Lee. "Sekarang kita punya UU Keamanan Nasional, seluruh pemerintah bisa mengambil langkah untuk supervisi, mengatur, mengurus, dan mempromosikan (pendidikan keamanan nasional)."

Lee juga merupakan anggota Komite Pengawal Keamanan Nasional, sebuah badan yang dibentuk berdasarkan UU Keamanan Nasional, yang mana Pasal 10 mewajibkan pemerintah Hong Kong untuk "mengkampanyekan pendidikan keamanan nasional di sekolah dan kampus."
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Ancaman Kekerasan Sayap Kanan Membayangi AS Di Bawah Pemerintahan Biden
Dunia

Ancaman Kekerasan Sayap Kana..

28 Januari 2021 08:01
Aparat Keamanan Turki Ringkus 126 Tersangka Terkait Kelompok Militan ISIS Dari 58 Provinsi
Dunia

Aparat Keamanan Turki Ringku..

28 Januari 2021 07:24
Blinken Tinjau Ulang Keputusan Pemerintahan Trump Yang Masukkan Houti Sebagai Organisasi Teroris
Dunia

Blinken Tinjau Ulang Keputus..

28 Januari 2021 07:08
Antony Blinken: Dunia Memperhatikan Amerika Serikat, Menanti Apa Yang Akan Terjadi Selanjutnya
Dunia

Antony Blinken: Dunia Memper..

28 Januari 2021 06:35
YouTube Blokir Tujuh Akun Propaganda Pemberontak Houthi
Dunia

YouTube Blokir Tujuh Akun Pr..

28 Januari 2021 06:22
Ekspor Indonesia Ke China Melonjak Di Tahun 2020, Ini Rinciannya
Dunia

Ekspor Indonesia Ke China Me..

28 Januari 2021 00:09
China Dalami Laporan Penangkapan Awak Kapal Di Indonesia
Dunia

China Dalami Laporan Penangk..

27 Januari 2021 22:42
Lebih Efektif Deteksi Covid-19, China Mulai Gunakan Tes Swab Anal
Dunia

Lebih Efektif Deteksi Covid-..

27 Januari 2021 17:46