Tensi Meninggi, Turki Dan Yunani Harus Segera Berdiskusi

Menhan Turki Hulusi Akar/Net

Tensi ketegangan antara Turki dan Yunani di Mediterania Timur semakin tinggi pasca kedatangan kapal eksplorasi energi Turki, Barbaros Hayrettin Pasa, di Republik Turki Siprus Utara (TRNC).

Untuk membahas hal teesebut, para pejabat Turki dan Yunani akan melakukan pertemuan di ibu kota Ankara dalam beberapa hari mendatang kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar Jumat (31/7).

“Kami mencoba menyelesaikan masalah dengan [jenis] pertemuan ini. Pekerjaan kami berlanjut ke arah ini,” kata Hulusi Akar usai melaksanakan sholat Ied di Masjid Selimiye di Edirne, Turki barat laut, seperti dikutip dari AA, Jumat (31/7).

Akar didampingi oleh Kepala Staf Umum Jenderal Yasar Guler, Komandan Angkatan Darat Jenderal Umit Dundar, Komandan Angkatan Udara Jenderal Hasan Kucukakyuz, serta Komandan Pasukan Angkatan Laut Adnan Ozbal.

Pada hari Kamis (30/7) waktu setempat seorang pejabat Yunani mengatakan bahwa Athena ingin mengadakan pembicaraan tentang pembatasan batas laut dengan Turki.

Pada konferensi pers mingguan, juru bicara pemerintah Yunani Stelios Petsas menekankan pentingnya saluran komunikasi terbuka dengan Turki, terutama di tengah meningkatnya ketegangan, merujuk pada Aegean dan Mediterania Timur.

Dia menambahkan bahwa Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis mengadakan pembicaraan telepon dengan pemimpin Siprus Yunani Nicos Anastasiadis mengenai kedatangan kapal eksplorasi energi Turki, Barbaros Hayrettin Pasa, di Republik Turki Siprus Utara (TRNC).

Turki adalah negara penjamin untuk Siprus Turki dan telah secara konsisten menentang pengeboran sepihak pemerintah Siprus Yunani di Mediterania Timur, menegaskan bahwa TRNC juga memiliki hak atas sumber daya di daerah tersebut.

Pada tahun 1974, setelah kudeta yang ditujukan untuk mencaplok Siprus oleh Yunani, Ankara harus melakukan intervensi sebagai kekuatan penjamin. Pada tahun 1983, TRNC didirikan.

Beberapa dekade sejak itu terjadi beberapa upaya untuk menyelesaikan perselisihan Siprus, semuanya berakhir dengan kegagalan. Yang terbaru, diadakan dengan partisipasi negara-negara penjamin - Turki, Yunani, dan Inggris - namun semua berakhir tanpa kemajuan pada 2017 di Swiss.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Ancaman Kekerasan Sayap Kanan Membayangi AS Di Bawah Pemerintahan Biden
Dunia

Ancaman Kekerasan Sayap Kana..

28 Januari 2021 08:01
Aparat Keamanan Turki Ringkus 126 Tersangka Terkait Kelompok Militan ISIS Dari 58 Provinsi
Dunia

Aparat Keamanan Turki Ringku..

28 Januari 2021 07:24
Blinken Tinjau Ulang Keputusan Pemerintahan Trump Yang Masukkan Houti Sebagai Organisasi Teroris
Dunia

Blinken Tinjau Ulang Keputus..

28 Januari 2021 07:08
Antony Blinken: Dunia Memperhatikan Amerika Serikat, Menanti Apa Yang Akan Terjadi Selanjutnya
Dunia

Antony Blinken: Dunia Memper..

28 Januari 2021 06:35
YouTube Blokir Tujuh Akun Propaganda Pemberontak Houthi
Dunia

YouTube Blokir Tujuh Akun Pr..

28 Januari 2021 06:22
Ekspor Indonesia Ke China Melonjak Di Tahun 2020, Ini Rinciannya
Dunia

Ekspor Indonesia Ke China Me..

28 Januari 2021 00:09
China Dalami Laporan Penangkapan Awak Kapal Di Indonesia
Dunia

China Dalami Laporan Penangk..

27 Januari 2021 22:42
Lebih Efektif Deteksi Covid-19, China Mulai Gunakan Tes Swab Anal
Dunia

Lebih Efektif Deteksi Covid-..

27 Januari 2021 17:46