Pakar Tiongkok: Kampanye Kotor AS Dan Negara-negara Barat Untuk Mencoreng Rusia Dan China Dengan Alasan Geopolitik

Juru bicara Tiongkok Wang Wenbin/Net

Pejabat dan pakar Tiongkok pada hari Jumat (31/7) menyebut tindakan AS yang menuding pemerintah mendukung upaya peretas untuk mencuri data dari perusahaan bioteknologi AS yang mengembangkan vaksin Covid-19 sebagai “kampanye kotor” terhadap China.

Para pakar mencatat tuduhan terbaru AS itu muncul bertepatan dengan langkah Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi pada apa yang diklaim sebagai peretas Rusia dan China atas dugaan serangan siber, yang menunjukkan bahwa ada upaya yang meningkat dan terkoordinasi untuk mencoreng China dan Rusia dengan alasan geopolitik.

Mengutip seorang pejabat keamanan AS yang tidak disebutkan namanya, Reuters melaporkan pada hari Jumat (31/7) bahwa peretas yang didukung China mencoba mencuri 'data berharga' dari perusahaan AS Moderna, yang seperti dicatat dalam laporan sedang mengerjakan vaksin virus corona.

Ditanya tentang laporan tersebut pada konferensi pers pada hari Jumat, Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, tidak berbasa-basi.

“Komunitas internasional memiliki pandangan jernih tentang trik dan plot seperti itu untuk menyebarkan desas-desus dan noda dengan menggunakan sumber tanpa nama,” kata Wang, seperti dikutip dari GT, Jumat (31/7).

Dia menambahkan bahwa China berada dalam posisi terdepan dalam hal pengembangan vaksin untuk Covid-19, dan tidak perlku melakukan apa yang dituduhkan Amerika selama ini.

“Tidak perlu mencuri untuk maju. Justru, kita adalah orang-orang yang khawatir beberapa negara mungkin meretas teknologi China.”

Ketika negara-negara berlomba untuk mendapatkan vaksin untuk virus mematikan, AS yang memiliki wabah terburuk di dunia, dan negara-negara Barat lainnya sering menuduh China dan Rusia terlibat dalam serangan siber.

Wakil direktur departemen biologi patogen di Universitas Wuhan Yang Zhanqiu, mengatakan bahwa tuduhan itu 'hanya fitnah untuk tujuan propaganda' adalah fakta bahwa China memiliki keuntungan dan kemampuan ilmiah dan teknologi untuk mengembangkan vaksin secara mandiri.

“China adalah negara pertama yang mengungkapkan jenis virus corona untuk penelitian, ketika beberapa negara merahasiakannya setelah pandemik meletus secara global,” katanya kepada GT, menambahkan bahwa China “tidak perlu mencuri data mereka.”

Dia juga menambahkan bahwa tidak ada kesenjangan besar antara China, Rusia, AS dan beberapa negara Uni Eropa dalam hal penelitian dan pengembangan vaksin.

Laporan Reuters datang sehari setelah Uni Eropa pada hari Kamis memberlakukan apa yang mereka sebut sebagai sanksi pertama terhadap China, Rusia dan entitas lain dan individu untuk dugaan serangan siber yang menargetkan perusahaan multinasional.

Seorang juru bicara Misi China untuk Uni Eropa mengatakan pada hari Jumat bahwa China menentang sanksi sepihak, dan menyerukan dialog dan kerja sama untuk melindungi keamanan dunia maya.

Li Haidong, seorang profesor di Institut Hubungan Internasional Universitas Hubungan Luar Negeri China mengatakan tuduhan dari AS dan Uni Eropa mungkin menunjukkan bahwa AS dan sekutu Eropa meningkatkan kampanye kotor mereka terhadap China dan Rusia untuk alasan geopolitik.

“Dalam jangka pendek, ini untuk pemilihan AS. Semakin sulit [pemerintahan Trump] mengotori China, semakin mudah untuk menghindari tanggung jawab atas ketidakmampuannya di dalam negeri,” kata Li seraya menambahkan bahwa tujuan jangka panjang Barat adalah untuk mempertahankan dominasi mereka.

Dia menambahkan bahwa AS dan beberapa pejabat Barat memilih untuk mencoreng China dan Rusia karena mereka pikir mereka bisa lolos dengan tidak memberikan bukti apa pun, dan bahwa mudah untuk menyebarkan ketakutan di kalangan masyarakat Barat.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53
Kolombia Akan Usir WNA Yang Gelar Pesta Di Tengah Pembatasan Covid-19
Dunia

Kolombia Akan Usir WNA Yang ..

19 Januari 2021 16:01
Mantan PNS Thailand Divonis 43 Tahun Penjara Usai Kritik Kerajaan
Dunia

Mantan PNS Thailand Divonis ..

19 Januari 2021 15:51
Filipina Dinyatakan Terbebas Dari Flu Burung H5N6
Dunia

Filipina Dinyatakan Terbebas..

19 Januari 2021 15:00
Ikhwanul Muslimin Kecam Keputusan Pemerintah Mesir Sita Aset Milik Kelompoknya: Ini Balas Dendam Bermotif politik
Dunia

Ikhwanul Muslimin Kecam Kepu..

19 Januari 2021 14:34
Nahas, 15 Buruh Migran Tewas Tertindih Truk Ketika Tidur Di Trotoar
Dunia

Nahas, 15 Buruh Migran Tewas..

19 Januari 2021 14:27
Siap Tangkis Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Pertahanan Di Pangkalan Tentara Hukou
Dunia

Siap Tangkis Serangan China,..

19 Januari 2021 14:10
WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01