Nasib TikTok Di AS Semakin Jelas Trump Akan Segera Singkirkan Mereka Dari Negeri Paman Sam

Ilustrasi/Net

Nampaknya apa yang ditakutkan TikTok akan menjadi kenyataan. Presiden AS Donald Trump pada Jumat (31/7) mengatakan bahwa dirinya dapat mengambil tindakan, secepatnya pada hari Sabtu ini (1/8), untuk menghentikan pengoperasian aplikasi berbagi video asal China yang populer di AS itu.

Trump akan melarang apa saja yang terkait dengan aplikasi TikTok. Dia mengatakan kemungkinan akan menggunakan perintah eksekutif untuk melarang aplikasi itu.

"Sejauh menyangkut TikTok, kami melarang mereka beroperasi di Amerika Serikat," katanya kepada wartawan yang mendampinginya di Florida, seperti dikutip dari VOA, Sabtu (1/8).

Trump tidak mendukung kesepakatan yang akan memungkinkan perusahaan AS untuk membeli operasi TikTok di Amerika.

TikTok sangat populer di AS dan di seluruh dunia. Aplikasi ini telah diunduh 2 miliar kali di seluruh dunia, dan 165 juta dari unduhan itu ada di AS.

Aplikasi ini tidak hanya menampilkan video hiburan, tetapi juga debat dan mengambil posisi pada masalah politik, seperti keadilan rasial dan pemilihan presiden AS mendatang.

Para pejabat AS khawatir bahwa TikTok dapat menimbulkan ancaman keamanan, takut bahwa perusahaan tersebut akan membagikan data penggunanya kepada pemerintah China. Namun, perusahaan induk TikTok, ByteDance, mengatakan pihaknya tidak membagikan data pengguna dengan pemerintah China dan menyatakan bahwa mereka hanya menyimpan data pengguna AS di Amerika dan Singapura.

TikTok juga baru-baru ini memilih mantan eksekutif Disney Kevin Mayer sebagai kepala eksekutif dalam suatu langkah yang dilihat sebagai upaya untuk menjauhkan diri dari Beijing.

Menteri Keuangan Steve Mnuchin awal pekan ini mengatakan bahwa Komite Investasi Asing pemerintah AS di Amerika Serikat (CFIUS) sebuah kelompok antar badan yang dipimpin oleh Departemen Keuangan, akan memeriksa TikTok.

Tugas CFIUS adalah untuk mengawasi investasi asing dan menilai mereka terkait risiko keamanan nasional potensial. Badan ini dapat memaksa perusahaan untuk membatalkan kesepakatan atau mengambil langkah-langkah lain yang dianggap perlu untuk keamanan nasional. 
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Kebanjiran Pengungsi Ethiopia, Sudan Butuh Uluran Tangan 150 Juta Dolar AS
Dunia

Kebanjiran Pengungsi Ethiopi..

29 November 2020 16:43
Sempat Dijadikan Armenia Kandang Babi, Presiden Ilham Aliyev Kembalikan Kesucian Masjid Agdam
Dunia

Sempat Dijadikan Armenia Kan..

29 November 2020 16:41
Bom Bunuh Diri Meledak Di Pangkalan Militer Afganistan, 26 Personel Keamanan Tewas
Dunia

Bom Bunuh Diri Meledak Di Pa..

29 November 2020 16:01
Hari Ketiga Protes, Ribuan Petani India Blokir Jalan Untuk Tolak UU Baru
Dunia

Hari Ketiga Protes, Ribuan P..

29 November 2020 15:20
Enam Ledakan Terjadi Di Asmara, AS Minta Warganya Di Eritrea Ikuti Perkembangan Konflik Tigray
Dunia

Enam Ledakan Terjadi Di Asma..

29 November 2020 14:42
Satu Pekerja Positif Covid-19, Raksasa Pembuat Chip Korea Di China Hentikan Operasi Pabriknya
Dunia

Satu Pekerja Positif Covid-1..

29 November 2020 13:59
Pelabuhan Abu Dhabi Jadi Pusat Penyimpanan Dan Distribusi 70 Juta Vaksin Covid-19
Dunia

Pelabuhan Abu Dhabi Jadi Pus..

29 November 2020 13:37
Peneliti: Ada Dua Motif Di Balik Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh
Dunia

Peneliti: Ada Dua Motif Di B..

29 November 2020 13:10