Meksiko Catat Angka Kematian Tertinggi Ketiga, Presiden Obrador Akan Tetap Gelar Perayaan Hari Kemerdekaan Pada September

Presiden Andrés Manuel López Obrador/Net

Angka kematian karena Covid-19 di Meksiko melaju tinggi. Setiap harinya, terjadi ratusan penambahan angka kematian. Kini, negara di Amerika Utara itu menempati urutan ketiga dunia yang mencatat kematian tertinggi dengan jumlah lebih dari 46 ribu per Sabtu (1/8).

Pemerintah daerah di Meksiko sebelumnya mengatakan mereka percaya jumlah sebenarnya kasus infeksi kemungkinan lebih tinggi daripada yang dilaporkan, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (1/8).

Presiden Andrés Manuel López Obrador mengumumkan rencana bertahap untuk mencabut karantina wilayah yang telah dilakukan pada Mei lalu. Pencabutan dilakukan demi menjalankan lagi roda ekonomi. Namun, para kritikus mengatakan  Obrador terlalu lamban menerapkan tindakan karantina wilayah dan sekarang malah mencabutnya terlalu cepat.

Kurangnya respon terhadap wabah ini menjadi penyebab angka kematian yang tinggi.

Di ibu kota Meksiko City, ratusan ribu pekerja pabrik kembali bekerja pada pertengahan Juni. Beberapa bisnis yang tidak penting kemudian diizinkan untuk dibuka kembali pada awal Juli lalu.

Yang mengherankan, di tengah angka kasus yang menakutkan, Obrador, yang membuat marah beberapa ahli kesehatan karena menolak memakai masker di depan umum, mengatakan pada Jumat (31/7) bahwa Meksiko berencana menggelar perayaan Hari Kemerdekaan di Zocalo Square di ibu kota.

Acara yang akan diadakan pada 16 September itu adalah sebagai seruan bersejarah yang dikenal "El Grito". Obrador pada konferensi pers hariannya di Jumat pagi, mengatakan: "Menghadapi kesulitan, epidemik, banjir, gempa bumi, pemerintah yang buruk, kami selalu pergi keluar (untuk merayakan)," katanya.

Lopez Obrador menyalahkan organisasi-organisasi pers karena laporan kematian Meksiko naik secara global. Menurutnya, perhitungan yang adil adalah jumlah korban per kapita.

Virus corona bukan satu-satunya PR besar pemerintah Meksiko. Di tengah pandemik yang kian mengkhawatirkan, Meksiko juga memiliki pekerjaan berat lainnya, yaitu memerangi kartel narkoba yang tampaknya tidak terpengaruh wabah Covid-19.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Tiga Pemimpin Negara Kompak Keluarkan Pernyataan, Kecam  Turki Atas Kegiatan Ilegal Di Laut Mediterania
Dunia

Tiga Pemimpin Negara Kompak ..

23 Oktober 2020 13:03
Dampak Ekonomi Covid-19 Di Amerika Latin Memprihatinkan, IMF Khawatirkan Adanya Kerusuhan Massal
Dunia

Dampak Ekonomi Covid-19 Di A..

23 Oktober 2020 12:46
Di Balik Kecaman Erdogan Yang Keras Ternyata Hubungan Turki Dan Israel Begitu Mesra
Dunia

Di Balik Kecaman Erdogan Yan..

23 Oktober 2020 12:33
Buka Suara Soal Aksi Protes, Presiden Nigeria: Kerusuhan Apapun Tak Akan Ditoleransi
Dunia

Buka Suara Soal Aksi Protes,..

23 Oktober 2020 12:28
Beberapa Klaster Buat Korsel Alami Tren Peningkatan Kasus Baru Covid-19
Dunia

Beberapa Klaster Buat Korsel..

23 Oktober 2020 11:48
Infeksi Covid-19 Menurun, Australia Berani Tambah Kuota Warganya Yang Ingin Pulang
Dunia

Infeksi Covid-19 Menurun, Au..

23 Oktober 2020 11:30
Trump Jawab Tudingan Biden Di Panggung Debat: Saya Adalah Orang Yang Paling Tidak Rasis Di Ruangan Ini
Dunia

Trump Jawab Tudingan Biden D..

23 Oktober 2020 11:17
Xi Jinping: Jangan Anggap Enteng Rakyat China!
Dunia

Xi Jinping: Jangan Anggap En..

23 Oktober 2020 11:14