Palestina Apresiasi PM Boris Johnson Yang Vokal Menolak Aneksasi Tepi Barat

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson/Net

Sikap tegas Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson untuk menolak rencana aneksasi Tepi Barat yang dilakukan Israel diapresiasi oleh para pemimpin Palestina. Mereka bahkan berharap bisa bekerja sama dengan Johnson serta pemimpin Eropa lain untuk membantu menyelesaikan negosiasi Palestina dan Israel.

Dikatakan oleh Kepala Misi Diplomatik Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, intervensi Johnson telah memainkan peran penting atas gagalnya pelaksanaan aneksasi Tepi Barat oleh Israel yang ditargetkan pada 1 Juli.

Pada awal Juli, Johnson menulis sebuah artikel dalam surat kabar Israel. Di dalamnya, ia mendesak pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk tidak melakukan aneksasi karena akan bertentangan dengan hukum internasional.

"Sebagai teman seumur hidup, pengagum, dan pendukung Israel. Saya takut proposal ini akan gagal dalam tujuannya untuk mengamankan perbatasan Israel dan bertentangan dengan kepentingan jangka panjang Israel sendiri," tulis Johnson pada saat ini.

Menurut Zomlot, pernyataan Johnson sangat menyiratkan akan ada konsekuensi yang konkret jika Israel melanjutkan rencana aneksasi Tepi Barat tersebut.

"Perdana Menteri Johnson adalah salah satu yang paling aktif di Eropa dan di seluruh dunia dalam mengatakan kepada Israel, jangan lakukan ini," ujarnya seperti dikutip Arab News.

Dengan mengatakan bahwa dirinya adalah sahabat dan pengagum Israel, Zomlot mengatakan, Johnson seakan menunjukkan jika Netanyahu menganeksasi Tepi Barat, maka yang akan jadi taruhan adalah hubungan kedua negara.

"Secara praktis, itulah pesannya, bahwa pencaplokan adalah masalah yang akan membawa konsekuensi dan akan memengaruhi Israel dan hubungan kita," sambungnya.

Selain itu, pernyataan Johnson juga memperjelas bahwa ia dan para pemimpin dunia lainnya "bukan Trump" yang akan menundukkan rakyat Palestina.

Lebih lanjut, diplomat senior tersebut juga meminta Johnson untuk menyatukan kekuatan Palestina, Israel, dan Eropa guna menghidupkan kembali proses perdamaian di sebuah KTT.

"Bawalah kita semua di meja dan menerapkan kerangka kerja internasional, dan memberikan jaminan dari mekanisme perdamaian multilateral yang dipimpin oleh Inggris dan negara-negara kunci lainnya yang akan memberikan harapan untuk solusi dan implementasi aktual dari solusi," terangnya.

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Jelang 17 Agustus, Dubes Suriah Beri Ucapan HUT RI Ke-75
Dunia

Jelang 17 Agustus, Dubes Sur..

14 Agustus 2020 18:03
Para Dokter Lancarkan Aksi Protes, 8.300 Klinik Di Korea Selatan Tutup
Dunia

Para Dokter Lancarkan Aksi P..

14 Agustus 2020 17:22
Usai UEA, Israel Targetkan Normalisasi Hubungan Dengan Bahrain
Dunia

Usai UEA, Israel Targetkan N..

14 Agustus 2020 16:32
Aplikasi WeChat Di AS Malah Booming Jelang Berlakunya Larangan
Dunia

Aplikasi WeChat Di AS Malah ..

14 Agustus 2020 16:11
Makin Tidak Akur, India Stop Pakai Kapal China Untuk Kirim Minyak
Dunia

Makin Tidak Akur, India Stop..

14 Agustus 2020 16:09
Presiden Ilham Aliyev: Turki Akan Jadi Mitra Utama Kerjasama Militer Azerbaijan
Dunia

Presiden Ilham Aliyev: Turki..

14 Agustus 2020 15:52
Bukan Hanya Pelabuhan Beirut, Beberapa Lokasi Ini Menyimpan Bahan Peledak Yang Berbahaya Dan Belum Diamankan
Dunia

Bukan Hanya Pelabuhan Beirut..

14 Agustus 2020 15:41
Virus Corona Sudah Menyebar, Selandia Baru Perpanjang Lockdown Auckland
Dunia

Virus Corona Sudah Menyebar,..

14 Agustus 2020 15:06