AS Ingin Gelontorkan Rp 4,4 Triliun Untuk Pembangunan Militer Ukraina, Rusia Beri Peringatan

Tentara militer Ukraina/net

Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat (AS) meluncurkan sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan bagi Washington untuk mengalokasikan 300 juta AS atau setara dengan Rp 4,4 triliun kepada Ukraina setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan militernya.

RUU tersebut muncul sebagai tindakan balasan terhadap Rusia yang telah memasok senjata kepada para pejuang DPR (Donetsk People's Republic) dan LPR ( Luhansk People's Republic (LPR), melansir Bulgarian Military, Minggu (2/8)

Adapun para pendukung RUU tersebut merupakan aktivis dari dua partai, Demokrat dan Republik.

Selain itu, parlemen juga mengusulkan untuk memberikan 4 juta dolar AS bagi pelatihan militer Angkatan Bersenjata Ukraina. Selain itu, RUU tersebut menetapkan ketentuan oleh Pentagon dan Departemen Luar Negeri tentang kebutuhan militer Ukraina.

Menanggapi rencana tersebut, Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan AS akan dampak negatifnya. Di mana konflik antara Ukraina dan DPR/LPR akan bereskalasi.

"Kami telah berulang kali mengatakan pasokan senjata dan militer untuk konflik di tenggara Ukraina sama sekali tidak berkontribusi pada penyelesaiannya, tetapi merupakan faktor terciptanya kondisi konflik yang semakin intens," bunyi laporan RIA Novosti mengutip pernyataan diplomatik.

Sementara itu, Interfax melaporkan, Ketua Komite Duma Rusia, Leonid Kalashnikov mengatakan, tindakan AS itu akan memaksa Rusia untuk memasok senjata kepada para militan.

Anggota Parlemen tersebut menjelaskan, Rusia harus harus melindungi orang-orang dari pihak lain, yaitu dari republik rakyat Donetsk dan Lugansk yang diproklamirkan sendiri.

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Nyaris Setengah Populasi Yaman Di Ambang Kelaparan Massal
Dunia

Nyaris Setengah Populasi Yam..

03 Desember 2020 23:56
La Tribune: Indonesia Mau
Dunia

La Tribune: Indonesia Mau Ke..

03 Desember 2020 23:35
Ini Tujuh Hal Penting Yang Perlu Dipahami Soal Pemilu Legislatif Venezuela
Dunia

Ini Tujuh Hal Penting Yang P..

03 Desember 2020 23:20
Penyelam Jerman Temukan Mesin Sandi Enigma Bekas Nazi Di Laut Baltik
Dunia

Penyelam Jerman Temukan Mesi..

03 Desember 2020 22:26
Terseret Skandal Suap, Mantan PM Shinzo Abe Dipanggil Kejaksaan
Dunia

Terseret Skandal Suap, Manta..

03 Desember 2020 18:41
Hilang Di Utah, Raib Di Rumania, Monolit Ketiga Ditemukan Di California
Dunia

Hilang Di Utah, Raib Di Ruma..

03 Desember 2020 17:33
Torehkan Prestasi, Dubes Ibnu Hadi Dapat Penghargaan Dari Presiden Vietnam
Dunia

Torehkan Prestasi, Dubes Ibn..

03 Desember 2020 17:06
Rayakan HUT Korpri, Dubes Berlian Napitupulu Beri Tips Menghadapi Dampak Pandemi
Dunia

Rayakan HUT Korpri, Dubes Be..

03 Desember 2020 16:50