Hari Terakhir Genjatan Senjata, Presiden Afghanistan Desak Taliban Lakukan Pembicaraan Dalam Waktu Satu Minggu

Tahanan Taliban yang baru dibebaskan berbaris di penjara Bagram, utara Kabul, pada 11 April 2020/Net

Tepat di hari terakhir gencatan senjata selama tiga hari dengan Taliban, pemerintah Afghanistan pada hari Minggu (2/8) mengumumkan bahwa mereka telah membebaskan lebih dari 300 tahanan kelompok militan sehubungan dengan upaya perdamaian yang sedang berlangsung di antara keduanya.

Kantor Dewan Keamanan Nasional (ONSC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah telah membebaskan sebanyak 317 tahanan Taliban dari Parwan dan penjara provinsi lainnya, sehingga totalnya menjadi 4.917.

“Pembebasan tahanan akan berlanjut sampai total mencapai 5.100 - 100 lebih dari yang dipersyaratkan oleh perjanjian perdamaian AS-Taliban yang ditandatangani pada Februari,” isi keterangan ONSC, seperti dikutip dari AA, Minggu (2/8).

Taliban bersumpah telah menyelesaikan bagian mereka dari pertukaran tahanan dengan melepaskan 1.000 pasukan keamanan tawanan.

Para pemberontak mengumumkan soal gencatan senjata kejutan selama tiga hari selama perayaan Idul Adha yang dimulai pada hari Jumat lalu. Pemerintah Afghanistan menyambut dan membalas langkah tersebut.

Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani berjanji untuk mengakhiri pertukaran tahanan bermasalah dengan Taliban dan mendesak mereka untuk bersiap-siap melakukan pembicaraan dalam waktu seminggu ke depan.

“Meskipun ini adalah langkah penting, rakyat Afghanistan meminta gencatan senjata permanen dan segera memulai negosiasi langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor kepresidenan.

Sementara itu, Mawlawi Hibatullah Akhundzada, pemimpin gerilyawan di Afghanistan menegaskan bahwa kelompok itu berada di ambang pembentukan pemerintahan Islam di negara yang dilanda perang itu.

“Pesan kami jelas bahwa kami tidak mencari monopoli atas kekuasaan,” kata Akhundzada dalam pesan yang diterbitkan oleh situs propaganda kelompok itu, al-Emarah.

PBB mengindikasikan kekerasan yang berkobar di Afghanistan menyebabkan 3.458 korban dari pihak sipil, dengan 1.282 tewas dan 2.176 terluka, pada paruh pertama tahun 2020.

Laporan pertengahan tahun oleh Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mencatat warga sipil yang menjadi korban kekerasan Taliban mengalami total kenaikan sebesar 43 persen dari korban sipil yang berjumlah 1.473, yakni 580 tewas dan 893 terluka.

Korban sipil yang dikaitkan dengan pasukan pemerintah meningkat 9 persen menjadi 23 persen dari total korban sipil yang berjumlah 789 orang pada paruh pertama tahun ini, dengan 281 tewas dan 508 lainnya luka-luka.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31
Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka
Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun ..

29 September 2020 16:07
Kunjungi Zona Demiliterisasi, Menlu Dominic Raab: Inggris Selalu Dukung Perdamaian Korea
Dunia

Kunjungi Zona Demiliterisasi..

29 September 2020 15:35
Nicolas Maduro: Pandemik Covid-19 Perburuk Kesenjangan Sosial Di Dunia
Dunia

Nicolas Maduro: Pandemik Cov..

29 September 2020 15:23
Jelang Debat Presiden Malam Ini, Gedung Putih Yakin Trump Sudah Sangat Siap Dengan Semua Topik
Dunia

Jelang Debat Presiden Malam ..

29 September 2020 15:21
Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat
Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, ..

29 September 2020 15:00
Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional
Dunia

Melesat Menuju 5G, Singapura..

29 September 2020 14:55