WHO: Tidak Bisa Instan, Penanganan Virus Corona Adalah Jalan Panjang Yang Berkelanjutan

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Kepala urusan kedaruratan WHO Mike Ryan dan epidemiolog penyakit menular, Maria Van Kerkhove/Net

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali  mendesak semua negara untuk secara ketat menerapkan protokol kesehatan seperti  memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan rutin melakukan pengecekan virus.

Setelah ketua tim respon pandemik untuk WHO yang juga epidemiolog penyakit menular, Maria Van Kerkhove, mengeluarkan pernyataan bahwa setiap negara sebaiknya tidak mengandalkan solusi sederhana dan instan dalam penanganan pandemik, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Kepala urusan kedaruratan WHO Mike Ryan memperkuat pernyataan itu. Keduanya sepakat mengatakan tidak akan pernah ada yang namanya 'silver bullet' atau 'peluru perak' untuk membunuh Covid-19.

Penanganan virus corona tidak bisa dilakukan instan. Meskipun ada harapan dengan datangnya vaksin, namun tidak mungkin menunggu sampai vaksin itu datang tanpa melakukan strategi.

Lebih dari 18,14 juta orang di seluruh dunia dilaporkan telah terinfeksi Covid-19.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Kepala Kedaruratan WHO Mike Ryan pun berpesan agar semua orang serius melakukan penegakkan langkah pencegahan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan rutin melakukan pengecekan virus

"Pesan kepada semua orang dan pemerintah adalah lakukan itu semua," kata Tedros dalam pengarahan rutin harian di kantor pusat WHO di Jenewa, Senin (3/8), seperti dikutip dari Reuters.

Tedros menekankan meskipun semua berharap ada vaksin yang ampun, tetapi hal itu masih dalam uji klinis.

"Sejumlah vaksin sekarang dalam uji klinis fase tiga dan kami semua berharap ada vaksin yang benar-benar efektif untuk mencegah infeksi. Namun, saat ini tidak ada peluru perak, dan mungkin tidak akan pernah ada," ungkap Tedros.

Mike Ryan meminta negara-negara dengan jumlah kasus virus corona tinggi untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

"Brasil, India, dan negara dengan tingkat penularan tinggi, perlu bersiap untuk pertempuran besar. Jalan keluarnya panjang dan membutuhkan komitmen yang berkelanjutan," ujar Mike Ryan.

WHO juga menyampaikan, tim investigasi yang mereka kirim ke China untuk meneliti asal virus corona belum kembali. Saat ini, WHO akan menyiapkan tim baru yang terdiri dari para ahli dari China dan negara lain untuk mempelajari asal usul virus di Kota Wuhan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31