Benarkah Juan Carlos Mengasingkan Diri Ke Republik Dominika?

Raja Spanyol Juan Carlos dan putranya Putra Mahkota Felipe (kanan) saling berpelukan ketika mereka menghadiri upacara penandatanganan tindakan turun tahta di Istana Kerajaan di Madrid, 18 Juni 2014/Net

Akhirnya terungkap kemana Juan Carlos pergi mengasingkan diri. Mantan Raja Spanyol yang menjadi pusat skandal korupsi bernilai 100 juta dolar, baru saja dilaporkan meninggalkan Spanyol untuk menenangkan diri tanpa menyebut ke mana ia akan pergi.

Keputusan untuk pergi meninggalkan negaranya disampaikan Juan Carlos dalam sepucuk surat kepada putranya, Raja Felipe VI. Dalam surat itu juga dijelaskan mengapa dia mengambil keputusan itu dan bagaimana semua itu telah berimbas pada kehidupannya.

Sumber di Kerajaan Spanyol mengatakan surat itu kemudian dipublikasi pada Senin (3/8), dan pada saat itu Juan Carlos I sudah dalam posisi tidak lagi berada di Spanyol. Raja Felipe VI telah menyetujui keputusan ayahnya.

Dalam surat itu tidak dijelaskan, yang diterbitkan di situs web istana kerajaan, tidak menyebutkan ke mana ia akan pergi mengasingkan dirinya.  

Namun, tidak lama kemudian, pada Selasa (4/8) harian ABC melaporkan bahwa Juan Carlos meninggalkan Spanyol pada hari Minggu dan terbang ke Republik Dominika melalui Portugal, seperti dikutip dari Bangkok Post, Selasa (4/8).

Beberapa media menyebut Juan Carlos berencana tinggal bersama teman-temannya di negara Karibia. Sementara surat kabar online El Confidencial mengatakan Juan Carlos bisa saja berada di Portugal, di mana dia menghabiskan sebagian masa mudanya. Mungkin bisa juga di Paris atai Italia.

Namun, pihak Kerajaan tetap tidak memberitahu keberadaan Juan Carlos.
"Satu-satunya informasi yang kami miliki adalah informasi yang dipublikasikan di situs istana kerajaan kemarin. Itu satu-satunya informasi yang kami miliki," pernyataan dari pihak Kerajaan.

Pengacara Juan Carlos, Javier Sanchez-Junco Mans, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mantan raja itu telah memintanya untuk menjelaskan bahwa meskipun dia akan berada di luar Spanyol, dia bermaksud untuk bersedia bekerja sama dengan penyelidikan.

“Setahun yang lalu saya mengutarakan keinginan dan hasrat untuk berhenti dari segala aktivitas institusional. Sekarang, dengan adanya orang-orang terbaik yang melayani masyarakat Spanyol, institusi, dan juga Anda sebagai Raja, saya melakukan keinginan saya untuk pindah keluar dari Spanyol,” itu adalah isi surat Juan Carlos kepada putranya, Raja Felipe VI, yang memegang tahta Spanyol saat ini.

Dalam surat itu juga disebutkan betapa Juan Carlos sangat bersedih atas semua yang menimpanya dan keputusannya meninggalkan Spanyol, apalagi mengingat dia sudah hampir 40 tahun menjadi raja. Selama kepemimpinannya Juan Carlos I meyakinkan dia selalu memberikan yang terbaik untuk Spanyol dan kerajaan.

Juan Carlos diduga menerima dana dari Arab Saudi dan penyelidikannya kini sedang berlangsung di Swiss dan Spanyol.

Mahkamah Agung Spanyol mengumumkan pada bulan Juni sebuah penyelidikan untuk menentukan tanggung jawab hukum mantan raja tersebut, tetapi tindakan itu baru bisa dilakukan setelah raja turun tahta pada 2014, sesuai aturan Kerajaan terkait kekebalan hukum yang dimilikinya sebagai raja.

Juan Carlos naik tahta pada 1975 atas kematian diktator fasis Francisco Franco. Juan memerintah selama lebih dari 38 tahun sebelum harus menyerahkan tahta itu kepada putra mahkota, Felipe VI pada Juni 2014.

Juan Carlos adalah tokoh yang populer selama beberapa dekade, memainkan peran penting dalam transisi demokrasi dari kediktatoran Franco yang memerintah Spanyol 1939-1975.

Keputusan mundur Juan Carlos dan kepergiannya meninggalkan Spanyol sungguh membuat terkejt banyak orang. Dalam sebuah tajuk rencana yang diterbitkan di halaman depan, memberi judul bahwa Juan Carlos telah ‘meninggalkan Spanyol untuk tidak merusak masa pemerintahan putranya’.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31