Tujuh Polisi terluka Dalam Aksi Unjuk Rasa Serikat Pekerja Yordania

Ilustrasi/Net

Aksi protes yang berujung bentrokan tak terhindarkan terjadi saat pasukan keamanan Yordania menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran yang melakukan provokasi dan lemparan batu. Para pendemo menuntut pembebasan para pemimpin serikat guru yang dikelola oposisi pada Selasa (4/8).

Satu sumber pemerintah mengatakan tujuh pasukan keamanan terluka dalam aksi unjukrasa yang brujung ricuh di kota selatan Karak itu. Aksi kekerasan tersebut terjadi untuk pertama kalinya dalam krisis yang terus meningkat antara pihak berwenang dan serikat yang telah menjadi sumber utama perbedaan pendapat.

Pemerintah Yordania pada 25 Juli menutup kantor-kantor dari 100 ribu serikat pekerja yang kuat dan menangguhkan kegiatannya selama dua tahun, sebuah tindakan keras terbesar terhadap kelompok pembangkang utama dalam beberapa tahun terakhir.

Human Rights Watch yang bermarkas di AS minggu lalu mengkritik tindakan keras yang mencakup penangkapan puluhan orang dan mendesak pihak berwenang untuk mengakhiri taktik intimidasi yang melarang orang-orang menggunakan hak mereka untuk kebebasan berserikat.

“Menutup salah satu dari sedikit serikat buruh independen Jordan setelah perselisihan yang berkepanjangan dengan pemerintah dan dengan alasan hukum yang meragukan menimbulkan kekhawatiran serius tentang penghormatan pemerintah terhadap supremasi hukum,” kata Michael Page, wakil direktur Timur Tengah di Human Rights Watch, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/8).

Tahun lalu serikat pekerja melakukan aksi mogok dan menutup sekolah-sekolah di seluruh Yordania selama sebulan. Kejadian itu menjadi salah satu pemogokan sektor publik terpanjang dan paling mengganggu dalam sejarah negara itu.

Dalam beberapa pekan terakhir para pemimpin serikat menuduh pemerintah telah gagal menghormati kesepakatan yang ditandatangani Oktober lalu untuk mengakhiri pemogokan.

Jaksa mendakwa para pemimpinnya yang dipenjara dengan pasal hasutan dan kesalahan keuangan dan administrasi yang menurut serikat tidak berdasar.

Kota-kota Irbid, Karak, Jerash dan Tafila telah melakukan aksi protes malam yang tersebar dalam beberapa hari terakhir. Ratusan aktivis oposisi turun ke jalan untuk menyerukan pengunduran diri pemerintah, serta menuntut diakhirinya korupsi dan pembebasan serikat-serikat buruh yang dipenjara.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31
Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka
Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun ..

29 September 2020 16:07
Kunjungi Zona Demiliterisasi, Menlu Dominic Raab: Inggris Selalu Dukung Perdamaian Korea
Dunia

Kunjungi Zona Demiliterisasi..

29 September 2020 15:35
Nicolas Maduro: Pandemik Covid-19 Perburuk Kesenjangan Sosial Di Dunia
Dunia

Nicolas Maduro: Pandemik Cov..

29 September 2020 15:23
Jelang Debat Presiden Malam Ini, Gedung Putih Yakin Trump Sudah Sangat Siap Dengan Semua Topik
Dunia

Jelang Debat Presiden Malam ..

29 September 2020 15:21
Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat
Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, ..

29 September 2020 15:00
Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional
Dunia

Melesat Menuju 5G, Singapura..

29 September 2020 14:55