Ogah Terjebak 'Perang Dingin Baru', Ini Tiga Pedoman Yang Dilakukan Indonesia

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan bahwa Indonesia tidak akan terjebak dalam rivalitas negara adidaya di ranah internasional/RMOL

Di masa pandemik virus corona atau Covid-19 saat ini, rivalitas antara dua negara adidaya yakni Amerika Serikat dan China di ranah internasional bukannya merenggang, tapi malah menguat.

"Ini menjadi tantangan selama pandemik. Sebagai contoh, isu soal asal mula virus itu sendiri yang kemudian berimbas pada WHO serta adanya blaming games," kata Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dalam webinar bertajuk "Multilateralism during a pandemic: Indonesia's perspective" pada Kamis (6/8).

Situasi tersebut mengganggu solidaritas serta kerjasama global yang penting.

"Kabar buruknya, rivalitas ini memiliki potensi untuk memaksa negara lain untuk berpihak (pada salah satu kubu). Bahkan sejumlah analis menyebut bahwa a new Cold War (Perang Dingin baru) saat ini tengah dibuat," jelasnya.

Meski begitu, Retno menekankan bahwa di tengah situasi tersebut, Indonesia menolak untuk "terjebak" dalam rivalitas antar negara adidaya. Karena itulah, setidaknya ada tiga pedoman yang dipegang teguh oleh Indonesia dalam situasi itu.

"Pertama adalah prinsip politik luar negeri bebas aktif. Bagi Indonesia, semua negara kuat adalah penting dan merupakan partner strategis," papar Retno

"Baik kepada rekan di China maupun Amerika Serikat, saya selalu menekankan bahwa sebagian besar dari Anda adalah partner pentung untuk Indonesia," sambungnya.

Karena itulah, Retno menekankan bahwa dia tidak akan membiarkan Indonesia dipaksa untuk berpihak.

"Kepentingan nasional kita akan ditentukan oleh kebijakan luar negeri kita, dan bukan karena pengaruh eksternal," tegasnya.

Kemudian, pedoman kedua yang dipegang oleh Indonesia agar tidak terjebak dalam rivalitas negara adidaya adalah secara konsisten mendorong semua pihak untuk menghindari sikap provokatif dan retorik. Sebaliknya, Indonesia sangat mendorong untuk terjadinya dialog yang damai untuk menemukan jalan tengah dari perbedaan-perbedaan yang ada.

"Ini memang tampak klise, tapi pesan ini terus saya lanjutkan ke partner-partner kita," ujar Retno.

Sementara itu, pedoman ketiga yang dipegang oleh Indonesia adalah mempromosikan ASEAN Outlook terkait indo-pasifik.

"Ini dilakukan untuk memastikan kontribusi dinamis regional demi perdamaian, keamanan dan kesejahteraan. Hal ini juga penting saat kita sedang dalam upaya pulih dari Covid-19," demikian Retno.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13