Menlu Heiko Maas Berduka, Seorang Diplomat Jerman Tewas Dalam Ledakan Beirut

Ledakan di Beirut pada Selasa 4 Agustus 2020/Net

Seorang diplomat Jerman dilaporkan tewas dalam ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon. Kematian pejabat itu adalah kematian Jerman pertama yang dikonfirmasi setelah ledakan yang terjadi pada Selasa lalu.

Menteri Luar Negeri Heiko Maas membenarkan bahwa diplomat perempuan itu menjadi korban ledakan dan meninggal di apartemennya yang ikut hancur.

"Ketakutan terburuk kami telah dikonfirmasi," kata Menteri Luar Negeri Heiko Maas dalam sebuah pernyataan, dikutip dari DW, Jumat (7/8).

"Seorang anggota kedutaan kami di Beirut telah tewas setelah ledakan di rumahnya. Semua karyawan Kantor Luar Negeri Federal sangat berduka untuk rekan mereka," lanjut Heiko Maas.

Ungkapan ini juga diposting pada akun Twitter Kantor Luar Negeri Jerman.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang, seperti mendiang rekan kami itu, yang telah menerima resiko pada pekerjaannya dalam melayani negara kami," tambah Maas.

Sebelumnya, pada Kamis, Maas juga mengatakan akan sepenuhnya memberikan dukungan dan bantuan untuk Lebanon.

"Jerman tidak akan meninggalkan orang-orang Beirut dalam kesulitan. Bencana itu mungkin telah membuat Beirut menjadi puing-puing, tetapi persahabatan kami dengan Lebanon belum terguncang," kata Mass.

Pemerintah Jerman dilaporkan mengirim tim 47 orang dari badan perlindungan sipil THW ke Beirut pada hari Rabu, sementara tentara Jerman mengatakan memiliki kendaraan medis di  daerah itu yang dapat segera diaktifkan untuk membantu para korban.

Selain pegawai kedutaan Jerman, sedikitnya 40 warga Prancis tewas dalam ledakan tersebut. Menteri Kebudayaan Prancis  Roselyne  Bachelot  mengumumkan kematian seorang  arsitek Perancis, Jean-Marc  Bonfils yang  berbasis di Beirut  pada hari Kamis.  

Sedikitnya 135 orang tewas dan 5.000 lainnya luka-luka dalam peristiwa itu. Ledakan dahsyat di Beirut juga menyebabkan sekitar 250.000 orang kehilangan tempat tinggal setelah beberapa ledakan susulan meluluhlantakkan banyak bangunan.

Menurut pemerintah setempat, ledakan Beirut disebabkan amonium nitrat yang disimpan selama bertahun-tahun di kota itu.

Amonium nitrat adalah zat kristal tak berbau yang biasa digunakan sebagai pupuk. Senyawa ini juga telah menjadi penyebab berbagai ledakan di kawasan industri selama beberapa dekade.

Ledakan itu berdampak hampir setengah dari ibukota Lebanon, dan meninggalkan kawah selebar 124 meter (405 kaki) di lokasi ledakan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31