Pemerintah Ingin Tambah Kuota Mahasiswa Kedokteran, Dokter Magang Di Korsel Mogok Kerja

Ilustrasi para petugas medis/Net

Ratusan dokter magang dan residen di Korea Selatan melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes atas rencana pemerintah yang akan menambah jumlah mahasiswa kedokteran untuk menangani kemungkinan pandemik di masa depan.

Aksi protes pada Jumat (7/8) menyerukan agar dana tambahan untuk penambahan jumlah mahasiswa lebih baik disalurkan untuk meningkatkan gaji para dokter magang dan residen. Di mana mereka juga harus dipindahkan dari ibukota Seoul ke daerah-daerah pedesaan.

Menanggapi aksi mogok tersebut, Perdana Menteri Chung Sye Kyun mendesak para dokter magang dan residen untuk fokus memerangi Covid-19 dan menghentikan protes dalam 24 jam.

"Sangat mengkhawatirkan bahwa kesenjangan medis akan terjadi di UGD dan ICU yang memiliki hubungan langsung dengan kehidupan warga," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Alih-alih mogok, kata Chung, para dokter magang bisa berbicara dengan pemerintah.

Severance Hospital, salah satu dari lima rumah sakit besar di Seoul mengungkap, sebanyak 90 dokter magang dan 370 dokter residennya ikut melakukan aksi protes. Sehingga dokter lain memiliki tugas tambahan untuk mengisi celah agar tidak ada gangguan.

Sebelumnya, pada Juli, pemerintah berencana untuk menambah 13 persen kuota penerimaan mahasiswa di sekolah kedokteran yang biasanya hanya 3.058 orang per tahun. Artinya, 10 tahun ke depan, sekolah kedokteran bisa menerima 4.000 mahasiswa per tahun.

Insentif juga akan ditawarkan bagi siswa yang mengambil jurusan spesialisasi yang kurang menguntungkan seperti epidemiologi dan mereka yang menjadi sukarelawan untuk pekerjaan kesehatan masyarakat di daerah pedesaan.

Kebijakan tersebut diambil mengingat Korea Selatan hanya memiliki kurang dari 300 dokter spesialis penyakit menular atau 1 persen dari total 100 ribu dokternya.

"Alasan utama untuk mempromosikan kebijakan ini adalah untuk mengamankan dokter di mana mereka dibutuhkan," ucap Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31