Dikeluarkan Dari Bersatu, Mahathir Mohamad Buat Parpol Baru

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad/Net

Karier politik Mahathir Mohamad terus berlanjut meski ia sudah mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Malaysia dan dikeluarkan dari partainya, Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu). Bahkan ia mengaku ingin membentuk partai politik baru.

Hal tersebut Mahathir sampaikan dalam konferensi pers di Yayasan AlBukhary pada Jumat (7/8), melansir CNA.

Di sana, Mahathir mengatakan, partai barunya akan berbasis orang-orang Melayu dan akan fokus pada pemberantasan korupsi. Visinya adalah membuat Malaysia kembali menjadi Harimau Asia.

Nantinya, partai tersebut tidak akan menjadi bagian dari koalisi Perikatan Nasional (PN) maupun) Pakatan Harapan (PH). Meski begitu partai tersebut masih belum memiliki nama.

“Partai akan didasarkan pada perjuangan untuk Melayu dan pribumi. Ini karena partai-partai yang berbasis Melayu dan pribumi saat ini telah menggadaikan martabat ras dan agama mereka dan telah mengalihkan fokus ke sebuah kelompok yang haus kekuasaan," ujar Mahathir.

"Kami ingin bekerja dengan PH tetapi kami memiliki beberapa masalah dengan salah satu pihak," tambahnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pengumuman partai baru Mahathir dilakukans setelah pada hari yang sama, Pengadilan Tinggi menolak gugatan yang ia ajukan terhadap Bersatu yang telah didirikannya pada 2016. Ia mengunggat karena Bersatu mencabut keanggotaannya.

Pada Mei, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang merupakan Presiden Bersatu mengeluarkan Mahathir dan empat anggota lainnya karena dianggap melawan partai. Mereka dianggap telah berpihak pada blok oposisi selama sidang parlemen pada 18 Mei

Empat lainnya adalah Mukhriz Mahathir, Syed Saddiq Abdul Rahman, Maszlee Malik, dan Amiruddin Hamzah.

Kemudian pada Juni, dua pemimpin Bersatu yang bersekutu dengan Mahathir, Marzuki Yahya dan Akramsyah Muammar Ubaidah Sanusi, dikeluarkan dari jabatan mereka.

Terkait dengan partai barunya, Mahathir mengumumkan, dirinya akan menjadi Ketua Partai. Sementara putranya, Mukhriz akan menjadi Presiden Partai.

Analis politik dari Singapore Institute of International Affairs, Oh Ei Sun mengatakan, partai baru Mahathir akan memiliki dampak yang kecil dalam politik Malaysia, kecuali jika sejalan dengan PH dan PN.

"Dia kemungkinan akan menjadi satu-satunya kandidat dari partainya yang akan menang selama pemungutan suara, karena anggota lainnya akan dihancurkan oleh dua koalisi besar dalam perebutan kursi," terang Oh.

Oh juga memperkirakan, Mahathir akan menyelaraskan partainya dengan PH karena dari pernyataannya, ia tidak mendukung pemerintahan Muhyiddin yang bekerja sama dengan UMNO.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31
Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka
Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun ..

29 September 2020 16:07
Kunjungi Zona Demiliterisasi, Menlu Dominic Raab: Inggris Selalu Dukung Perdamaian Korea
Dunia

Kunjungi Zona Demiliterisasi..

29 September 2020 15:35
Nicolas Maduro: Pandemik Covid-19 Perburuk Kesenjangan Sosial Di Dunia
Dunia

Nicolas Maduro: Pandemik Cov..

29 September 2020 15:23
Jelang Debat Presiden Malam Ini, Gedung Putih Yakin Trump Sudah Sangat Siap Dengan Semua Topik
Dunia

Jelang Debat Presiden Malam ..

29 September 2020 15:21
Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat
Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, ..

29 September 2020 15:00
Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional
Dunia

Melesat Menuju 5G, Singapura..

29 September 2020 14:55