73 Tahun Indonesia-Lebanon, Dubes Hajriyanto: Baik Tapi Masih Kurang Hangat

Dutabesar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari saat melakukan diskusi darang RMOL World View pada Jumat, 7 Agustus 2020/Net

Akhir bulan lalu menandai 73 tahun hubungan Indonesia-Lebanon, ditandai pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia oleh Presiden Lebanon Bechara El-Khoury pada 29 Juli 1947.

Namun demikian hubungan diplomatik kedua negara secara resmi dimulai pada 1950. Lebanon menjadi negara ketiga yang mengakui kedaulatan Indonesia, setelah Mesir dan Suriah.

Meski hubungan kedua negara berlangsung cukup panjang, Dutabesar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari, menggambarkan hubungan Jakarta dan Beirut tidak terlalu hangat di tataran elit.

"Hubungan Indonesia (dan Lebanon) boleh dikatakan baik tapi tidak bisa dikatakan hangat," ujar Dubes Hajriyanto dalam diskusi daring RMOL World View bertajuk "Di Balik Ledakan Lebanon" yang digelar pada Jumat malam (7/8).

Ia menjelaskan, selama ini banyak pejabat-pejabat Indonesia yang berkunjung ke Lebanon, mulai dari Ketua MPR, Ketua DPR, Menteri Koordinator, Menteri, hingga Panglima TNI yang melakukan inspeksi pasukan karena banyak tentara Indonesia yang ditugaskan di Lebanon.

"Tetapi belum pernah ada pejabat tinggi Lebanon ke Indonesia," sambungnya.

Kendati begitu, Dubes Hajriyanto menyampaikan, hubungan antara masyarakat Indonesia dan Lebanon justru lebih erat. Banyak organisasi non-pemerintah Indonesia yang kerap ke Lebanon untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi ratusan ribu pengungsi Suriah dan Palestina yang berada di sana.

Dari segi ekonomi, ia menyebut, Indonesia mendapatkan surplus yang besar. Komoditas yang diekspor Indonesia ke Lebanon di antaranya adalah makanan laut, otomotif dan suku cadang, dan briket atau arang.

Sementara itu, untuk pendidikan, ada hampir 100 mahasiswa Indonesia yang belajar di Lebanon sebelum krisis. Sebanyak 90 persen di antaranya mempelajari ilmu agama, mengingat hanya jurusan tersebut yang diberikan beasiswa.

"Beasiswa itu dari masyarakat Lebanon, bukan pemerintah. Mulai dari makan, tempat tinggal, semua dibiayai," jelasnya.

Walaupun baru satu tahun ditempatkan di Beirut, Dubes Hajriyanto mengaku terdapat beberapa hambatan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Lebanon.

Orientasi Lebanon sejak merdeka dari Prancis adalah Barat. Sehingga tak heran negara Timur Tengah tersebut lebih mengedepankan kerja sama dengan negara-negara Eropa. Walaupun memang saat ini sudah melakukan pendekatan dengan China dalam hal ekonomi.

Selain itu, letak kedua negara yang cukup jauh juga menjadi pertimbangan efektifitas dalam setiap kerja sama, khususnya perdagangan.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13