Rusia, Iran, China Dituding Melakukan Serangkaian Upaya Jelang Pemilihan Presiden AS

Ilustrasi/Net

Sebuah pernyataan kontroversial muncul dari Direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional William Evanina jelang pemilihan presiden pada November mendatang.

Dalam pernyataannya, William mengatakan Rusia menggunakan 'serangkaian tindakan" untuk melemahkan calon presiden Demokrat Joe Biden dan membantu Presiden AS Donald Trump untuk memenangkannya pada Jumat (7/8).

William mengatakan, upaya Moskow tidak hanya berpusat pada upaya untuk merugikan Biden, tetapi juga apa yang dilihatnya sebagai 'pembentukan' anti-Rusia.

"Ini konsisten dengan kritik publik Moskow terhadapnya ketika dia menjadi Wakil Presiden atas perannya dalam kebijakan Pemerintahan Obama di Ukraina dan dukungannya untuk oposisi anti-Putin di Rusia," kata Evanina tentang Biden, seperti dikutip dari AA, Sabtu (8/8).

Dia mengatakan banyak aktor asing telah menyatakan preferensi siapa yang akan menang pada November nanti, tetapi komunitas intelijen berfokus pada "aktivitas yang sedang berlangsung dan potensial" dari tiga negara, yaitu Rusia, China dan Iran.

Tidak seperti Rusia, Evanina mengatakan Beijing melihat Trump sebagai sesuatu "tidak dapat diprediksi" dan ingin melihat Biden menang.  China telah memperluas upaya pengaruhnya menjelang November 2020 untuk membentuk lingkungan kebijakan di Amerika Serikat, menekan tokoh politik yang dipandangnya bertentangan dengan kepentingan China, dan menangkis serta melawan kritik terhadap China," katanya.

"Meskipun China akan terus mempertimbangkan risiko dan manfaat dari tindakan agresif, retorika publiknya selama beberapa bulan terakhir telah menjadi semakin kritis terhadap tanggapan Covid-19  Administrasi saat ini, penutupan Konsulat Houston China, dan tindakan terhadap masalah lain," tambahnya.

Sementara itu, Iran berusaha untuk merusak institusi demokrasi AS, Presiden Trump, dan memecah belah negara itu sebelum pemilu 2020, kata Evanina.

Upaya Teheran berfokus terutama pada pengaruh online yang dimotivasi oleh "persepsi bahwa terpilihnya kembali Presiden Trump akan mengakibatkan berlanjutnya tekanan AS terhadap Iran dalam upaya untuk mendorong perubahan rezim," ungkapnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13