Kesetaraan Gender Di Vatikan, Paus Fransiskus Tunjuk Enam Perempuan Untuk Isi Kursi Dewan Ekonomi

Paus Fransiskus/Net

Paus Fransiskus sudah menunjuk tujuh anggota baru Dewan Ekonomi Vatikan, enam di antaranya adalah perempuan. Itu merupakan langkah bersejarah karena akan ada lebih banyak pejabat perempuan daripada sebelumnya.

Mereka adalah Charlotte Kreuter-Kirchhof dari Jerman, Eva Castillo Sanz dari Spanyol, Leslie Jane Ferrar dari Inggris, Marija Kolak dari Jerman, María Concepción Osákar Garaicoechea dari Spanyol, dan Ruth Maria Kelly dari Inggris. Alberto Minali dari Italia menjadi satu-satunya laki-laki yang diangkat.

Penunjukkan mereka bukan tanpa alasan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki latar belakang ekonomi dan keuangan, melansir CBS News.

Vatican News memuat, Dewan Ekonomi sudah dibentuk Paus sejak 2014 untuk mengawasi manajemen ekonomi dan kegiatan administrasi keuangan lembaga-lembaga Vatikan.

Pembentukan dewan bertujuan untuk membersihkan skandal yang mengganggu operasi Vatikan dan untuk mereformasi keuangan.

Ada 15 anggota di dewan tersebut, delapan di antaranya adalah kardinal dan uskup untuk mencerminkan universalitas Gereja.

"Tujuh lainnya adalah ahli dari berbagai negara, dengan keahlian keuangan dan kredensial profesional yang diakui," tulis Vatican News.

Penunjukkan keenam perempuan untuk dewan juga dilakukan hanya beberapa bulan setelah Paus menunjuk Francesca di Giovanni sebagai Wakil Menteri untuk Urusan Multilateral di Sekretariat Negara.

Di Giovanni adalah seorang pengacara Italia dan menjadi perempuan pertama yang memegang posisi manajemen di kantor terpenting Vatikan.

Pada akhir 2019, tujuh perempuan selain di Giovanni memiliki posisi untuk Takhta Suci. Sementara 10 tahun lalu hanya ada tiga.

Wakil sekretaris menjadi posisi tertinggi yang pernah didapatkan oleh perempuan di Vatikan. Saat ini, Paus Fransiskus sudah mengalokasikan empat kursi tersebut untuk perempuan.

Kesetaraan gender di Vatikan dalam 10 tahun terakhir memang sudah terbukti meningkat, baik secara jumlah keseluruhan dan presentase. Tahun lalu, terdapat 22 persen pegawai perempuan untuk Takhta Suci, naik dari 17 persen pada 2010.

"Paus Fransiskus telah menegaskan bahwa Gereja Katolik membutuhkan lebih banyak perempuan dalam posisi kepemimpinan," demikian bunyi laporan Vatican News pada 2019.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13