Bertemu Menkes AS, Presiden Taiwan Kritik WHO Yang Terlalu Politis

(duduk) Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Alex Azar dan (berdiri) Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen/Net

Taiwan kembali memberikan kritikan pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang tidak mengizinkannya berpartisipasi dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA) yang adakan pada Mei lalu.

Berbicara dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung oleh American Institute of Taiwan pada Senin (10/8), Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, WHO seharusnya tidak mengedepankan pertimbangan politik daripada kesehatan.

"Saya ingin menegaskan kembali, pertimbangan politik tidak boleh didahulukan daripada hak atas kesehatan," ujar Tsai seperti dikutip Anadolu Agency.

"Keputusan untuk memisahkan partisipasi Taiwan dari WHO adalah pelanggaran terhadap hak universal atas kesehatan," tekannya.

Menurut Tsai, tidak ada alasan bagi WHO untuk menolak partisipasi Taiwan, mengingat pulau tersebut berhasil mempertahankan diri dari serangan Covid-19. Bukan hanya itu, Taiwan juga kerap membantu dan berkoordinasi dengan negara lain untuk memerangi wabah tersebut.

Pernyataan Tsai sendiri muncul setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Kesehatan AS, Alex Azar dalam kunjungan resminya.

Itu merupakan kunjungan resemi pejabat tinggi AS pertama ke Taiwan dalam 41 tahun terakhir, sejak Washington mengalihkan pengakuan diplomatik ke China pada 1979.

Dalam kunjungannya, Azar memuji penanganan wabah Covid-19 yang dilakukan oleh Taiwan selama ini.

"Terima kasih, Presiden Tsai, telah menyambut saya ke Taiwan hari ini. Merupakan suatu kehormatan sejati berada di sini untuk menyampaikan pesan dukungan dan persahabatan yang kuat dari Amerika Serikat ke Taiwan," kata Azar ketika bertemu Tsai.

Sejauh ini, Taiwan hanya melaporkan 480 kasus Covid-19 dengan tujuh kematian sejak pertama kali melaporkan infeksi.

Kunjungan Azar ke Taiwan tentu menyulut amarah Beijing, khususnya di tengah ketegangan AS dengan China.

Selama ini China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Sementara Taiwan menegaskan diri sebagai negara yang merdeka dan memiliki 15 pengakuan diplomatik dari negara lain.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13