Usai Ledakan Beirut, Menhan Benny Gantz: Israel Siap Perang Lawan Lebanon

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz/Net

Ledakan dahsyat di Beirut tampaknya tidak menghentikan permusuhan antara Israel dan Lebanon. Bahkan Israel mengaku siap untuk berperang melawan Lebanon jika memang harus melakukannya.

Hal tersebut diungkap oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Benny Gantz saat memberikan pengarahan kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset pada Senin (10/8).

Meski begitu, ia mengatakan, perang sendiri hanya akan berdampak serius bagi Lebanon.

"Sementara (pemimpin Hizbullah, Hasan) Nasrallah adalah musuh terbesar kita di utara. Dia adalah masalah terbesar Lebanon," ujar Gantz seperti dikutip Anadolu Agency.

Bukan hanya siap melawan Hizbullah, Gantz juga mengatakan, Israel akan melanjutkan upaya untuk menghentikan invasi Iran di Suriah dan menyetop pembangunan tenaga nuklirnya.

Sementara terkait Jalur Gaza, ia mendesak agar kelompok Hamas segera mengembalikan para tentaranya yang hilang sejak serangan Israel pada 2014.

Konflik antara Israel dan Lebanon mulai terjadi pada Juli 2016. Ketika itu Hizbullah menyerang Kota Shlomi di Israel bagian utara dengan rudal Katyusha dan menyusup ke wilayahnya.

Insiden tersebut membuat tiga pasukan Israel tewas, dua terluka, dan dua diculik.

Israel kemudian melakukan serangan balasan yang lebih mematikan dan berubi-tubi agar bisa membebaskan dua tentaranya dari tawanan Hizbullah.

Baru-baru ini, hubungan keduanya memanas kembali. Israel menuding Hizbullah tengah berusaha melakukan infiltrasi yang membuat kedua pasukan bentrok di perbatasan.

Di tengah ketegangan tersebut, muncul ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus 2020. Ledakan tersebut menghancurkan sebagian ibukota, memakan sedikitnya 150 korban jiwa, 6.000 terluka, dan puluhan masih hilang.

Banyak spekulasi yang bermunculan terkait penyebab ledakan Beirut, mengingat terjadi di tengah perselisihan antara Hizbullah dan Israel.

Kendati begitu, laporan awal menunjukkan, ledakan Beirut dipicu oleh 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang pelabuhan.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02