AS Sambut Baik Keputusan Slovakia Untuk Usir Tiga Diplomat Rusia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo dan Perdana Menteri Slovakia, Peter Pellegrini saat bertemu di Bratislava pada 12 Februari 2019/Net

Amerika Serikat (AS) menyambut baik keputusan pemerintah Slovakia untuk mengusir tiga diplomat Rusia karena diduga menyembunyikan identitas mereka sebagai agen intelijen dan diduga terlibat dalam pembunuhan mantan pemberontak Chechnnya.

Pengusiran yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Slovakia tersebut dilakukan pada Senin (10/8). Di mana para diplomat harus angkat kaki dari Slovakia pada pekan ini.

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus pada Selasa (11/8) mengatakan, Slovakia telah berhasil melindungi diri dari aktor asing yang mencoreng namanya.

"AS memuji tindakan baru-baru ini yang diambil oleh Slovakia untuk melindungi diri dari ancaman yang dilakukan oleh aktor asing yang memfitnah kedaulatannya," tulis Ortagus dalam akun Twitter-nya seperti dikutip Sputnik.

"Kementerian Luar Negeri Slovakia telah mengirimkan sinyal yang jelas bahwa mereka tidak akan mentolerir tindakan kriminal Rusia yang bermotif politik di tanah Slovakia atau Eropa," sambungnya.

Dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, para agen intelijen yang menyamar menjadi diplomat tersebut ternyata sudah menyalahgunakan visa Slovakia.

Mereka, diduga terkait dengan pembunuhan mantan pemberontak Chechnnya berkewarganegaraan Georgia di Berlin, Jerman pada musim panas lalu.

Salah seorang pelaku yang dicurigai diketahui telah melakukan perjalanan ke Eropa dengan visa Slovakia. Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Slovakia Ivan Korcok pun memerintahkan penyelidikan atas penerbitan visa di konsulat St. Petersburg.

"Menurut informasi dari badan intelijen Slovakia, kegiatan mereka bertentangan dengan Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik," papar jurubicara Kementerian Luar Negeri Slovakia.

“Selain itu, telah terjadi penyalahgunaan visa yang dikeluarkan di konsulat jenderal Slovakia di St. Petersburg, dan dalam hubungan ini, kejahatan serius dilakukan di wilayah negara anggota Uni Eropa dan NATO lainnya,” sambung pernyataan tersebut.

Rusia sendiri menyanggah klaim tersebut dan mengaku akan menggapi keputusan Slovakia dengan cara yang sama.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31
Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka
Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun ..

29 September 2020 16:07
Kunjungi Zona Demiliterisasi, Menlu Dominic Raab: Inggris Selalu Dukung Perdamaian Korea
Dunia

Kunjungi Zona Demiliterisasi..

29 September 2020 15:35
Nicolas Maduro: Pandemik Covid-19 Perburuk Kesenjangan Sosial Di Dunia
Dunia

Nicolas Maduro: Pandemik Cov..

29 September 2020 15:23
Jelang Debat Presiden Malam Ini, Gedung Putih Yakin Trump Sudah Sangat Siap Dengan Semua Topik
Dunia

Jelang Debat Presiden Malam ..

29 September 2020 15:21
Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat
Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, ..

29 September 2020 15:00
Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional
Dunia

Melesat Menuju 5G, Singapura..

29 September 2020 14:55