Curhat Ke AS, Taiwan Khawatir Akan Jadi Seperti Hong Kong

Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Alex Azar dan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen/Net

Taiwan mengaku khawatir jika nasibnya akan seperti Hong Kong saat ini, di mana China memberlakukan UU keamanan nasional dan mengambil kebebasan kota tersebut.

Kekhawatiran tersebut Taiwan tumpahkan kepada Amerika Serikat (AS), khususnya Menteri Kesehatan Alez Azar ketika berkunjung ke pulau tersebut, melansir Reuters.

"Hidup kami menjadi semakin sulit karena China terus menekan Taiwan agar menerima kondisi politiknya, kondisi yang akan mengubah Taiwan menjadi Hong Kong berikutnya," ujar Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu saat melakukan pertemuan media dengan Azar di Taipei pada Selasa (11/8).

Wu mengatakan, Taiwan beruntung memiliki teman seperti AS yang membantu memperjuangkan perannya di dunia internasional.

"Kami tahu ini bukan hanya tentang status Taiwan, tetapi tentang mempertahankan demokrasi dalam menghadapi agresi otoriter. Taiwan harus memenangkan pertempuran ini agar demokrasi menang," sambungnya.

Selama ini, China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya di bawah model otonomi "satu negara, dua sistem", seperti yang digunakan Beijing pada Hong Kong. Tetapi proposal China tersebut ditolak secara kompak oleh semua partai Taiwan yang selama ini dikenal saling bertentangan.

Di sisi lain, AS sendiri sudah tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan setelah mendukung Beijing pada 1979. Meski begitu, AS masih menjadi pemasok senjata terbesar Taiwan.

Seiring dengan perselisihan AS dan China, pemerintahan Presiden Donald Trump semakin mendukung Taiwan. Bahkan Azar menjadi pejabat tinggi pertama AS yang melakukan kunjungan ke Taiwan.

Tiba di Taiwan pada Minggu (9/8), kunjungan Azar dimaksudkan untuk mempelajari penanganan wabah yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen.

Dalam kunjungannya, Azar juga mendukung Taiwan yang harus berpartisipasi dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena keberhasilannya dalam mengontrol virus.

ÔÇťOrganisasi internasional tidak boleh menjadi tempat bermain politik. Mereka harus menjadi tempat untuk dialog dan kerjasama yang konstruktif dan terbuka," tekan Azar merujuk pada WHO yang tidak membiarkan Taiwan berpartisipasi dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA) pada Mei karena pertimbangan China.

Seiring dengan kunjungan Azar, China semakin geram. Pada Senin, jet tempur China dengan singkat melintasi garis median Selat Taiwan yang sensitif dan dilacak oleh rudal Taiwan.

Selain itu, kunjungan Azar juga bertepatan dengan penangkapan taipan pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai yang dianggap telah melanggar UU keamanan nasional.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13