Protes Pemilu Di Bolivia Berujung Bentrok, Militer Dan Polisi Dikerahkan

Bentrokan yang terjadi di La Paz, Bolivia pada Senin, 10 Agustus 2020/Reuters

Protes yang dilakukan oleh para pendukung Evo Morales di Bolivia berujung pada bentrokan hebat. Insiden tersebut membuat fasilitas publik dan pengangkutan peralatan medis terganggu.

Alhasil, pada Senin (10/8), pemerintah Bolivia mengerahkan polisi dan militer. Sementara meminta para pengunjuk rasa untuk berhenti melakukan aksi untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19.

"Penting untuk mengakhiri mobilisasi ini," ujar Menteri Kepresidenan Yerko Nunez, melansir Reuters.

"Mulai hari ini, tentara dan polisi akan memenuhi misi untuk melindungi lembaga-lembaga publik, menjaga ketersediaan oksigen, perlengkapan kesehatan, obat-obatan, dan tenaga kesehatan," lanjutnya.

Selama ini, Nunez menyalahkan kelompok radikal yang bersekutu dengan Gerakan Morales untuk Sosialisme (MAS). Ia mengatakan, kelompok tersebut hanya mencari kematian di antara warga Bolivia.

Para pengunjuk rasa sendiri melakukan aksi untuk menuntut pemilihan cepat atau diadakan sesuai jadwal pada 6 September 2020. Itu karena pemerintahan Presiden Sementara Jeanine Anez telah menunda kembali pemilihan menjadi 18 Oktober dengan alasan memburuknya wabah Covid-19.

Aksi unjuk rasa lebih banyak dilakukan di daerah pedesaan yang menjadi basis dukungan Morales. Mereka memblokir akses ke jalan-jalan utama dengan batu dan tanah.

Pihak berwenang mencatat setidaknya ada tiga luka tembak setelah bentrokan selama pembukaan jalan di Bolivia timur, sementara kementerian kesehatan mencatat lebih dari 30 kematian karena kekurangan oksigen pada pekan lalu.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Josep Borrell telah mendesak diadakannya dialog politik untuk memastikan ketegangan yang ada tidak memperburuk wabah Covid-19 dan sistem perawatan kesehatan Bolivia yang sudah rapuh.

Ketika awal dipilih menggantikan Morales yang turun, Anez telah berjanji akan mengadakan pemilihan baru dengan cepat.

Pada tahun lalu, Morales mundur karena sengketa pemilu yang disusul dengan aksi unjuk rasa hebat yang membuat puluhan orang tewas dan gedung-gedung habis terbakar.

Saat ini, Morales diyakini berada di Argentina dan kerap mengkritik pemerintahan sementara.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13