Curhat Kesal Seorang Guru Di Serbia Saat Dikabarkan Sekolah Akan Dibuka Pada September Dengan Aturan Protokoler

Ilustrasi/Net

Tim Krisis Serbia memutuskan siswa pendidikan dasar akan kembali ke ruang kelas pada awal tahun ajaran baru, yaitu September mendatang. Namun, keputusan itu malah membuat guru dan orangtua murid menjadi panik.

Dalam keputusan itu disebutkan hanya 15 siswa yang akan berada di ruang kelas selama 30 menit jam pelajaran dari yang biasanya 45 menit. Sehingga perlu adanya pembagian kelompok.

Selain jumlah dan waktu yang dipersingkat, aturan ketat lain yang harus diterapkan adalah penggunaan masker dan berada pada jarak fisik yang aman. Seluruh kelas dan lingkungan sekolah juga harus didisinfeksi setelah kelompok siswa pertama mengakhiri pelajaran.

Ketua Serikat Pendidik, Jasna Jankovic, mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan tidak berkonsultasi sebelumnya dengan para guru tentang dimulainya tahun ajaran baru pada 1 September ini. Sehingga hal itu membuat panik guru dan orangtua.

"Yang saya tahu semua orang menjadi panik. Guru, kepala sekolah, dan orang tua," kata Jankovic, seperti dikutip dari N1, Selasa (11/8).

Jankovic menambahkan, dengan adanya keputusan itu berarti sekolah akan membutuhkan dua guru jika siswa dibagi menjadi dua kelompok. Itu berarti mereka akan bekerja dengan shift ganda. Jika harus seperti itu maka dia menuntut kenaikan gaji sebesar 30 persen.

Dia juga memperingatkan bahwa banyak ruang kelas yang tidak cukup besar untuk menjaga jarak fisik antar murid.

"Masalah lainnya adalah kami telah memecat guru, petugas kebersihan, konseling, dan beberapa staf lainnya karena pandemik ini. Dan sekarang, Anda menuntut petugas kebersihan menjaga 450 meter persegi dalam 20 atau 30 menit?” kata Jankovic gusar.

“Saya tidak percaya Menteri Pendidikan Mladen Sarcevic tidak tidak tahu berapa lama seorang petugas kebersihan bekerja,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masalah orangtua dalam mengatur pengasuhan anak.
“Kami berharap Kementerian (Pendidikan) memberikan instruksi yang jelas kepada kami. Apa yang akan terjadi jika kami tidak memiliki cukup personel, siapa yang akan membayar untuk disinfektan, bagaimana kami mendapatkan semua itu. Kami memiliki sekolah tanpa air ledeng…,” kata Jankovic kesal.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31