Trump Kembali Amankan 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Untuk AS, Kali Ini Dari Moderna

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali menambah pasokan vaksin Covid-19 untuk Amerika Serikat (AS). Kali ini, Washington sudah mencapai kesepakatan dengan perusahaan biofarmasi yang berbasis di Massachusetts, Moderna.

Kesepakatan tersebut untuk mengamankan 100 juta dosis vaksin Covid-19 yang bernilai hingga 1,525 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 2,25 triliun (Rp 14.700/dolar AS).

"Malam ini saya dengan senang hati mengumumkan, kami telah mencapai kesepakatan dengan Moderna untuk memproduksi dan mengirimkan 100 juta dosis kandidat vaksin virus corona mereka," ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa (11/8).

"Pemerintah federal akan memiliki dosis vaksin ini, kami membelinya," lanjutnya seperti dikutip NTD>

Dalam keterangan tertulisnya, Moderna mengatakan vaksin mRNA-1273 untuk Covid-19 akan didistribusikan oleh pemerintah AS secara gratis kepada orang Amerika.

Vaksin mRNA-1273 sendiri saat ini dalam tahap akhir pengujian dan baru akan selesai pada September.

Harga vaksin Moderna dipatok harga 30,5 dolar AS atau sekitar Rp 450 ribu per orang, di mana ada dua dosis dalam satu paket.

Di dalam kesepakatan, pemerintah AS juga bisa membeli kembali 400 juta dosis vaksin dari Moderna.

Sebelumnya, di bawah "Operation Warp Speed", pemerintahan Trump sudah memberikan Moderna dana sebesar 955 juta dolar AS atau Rp 14 triliun untuk melakukan penelitian dan pengembangan.

Jika dijumlahkan, maka total pendanaan AS untuk vaksin mRNA-1273 sudah senilai 2,48 miliar dolar AS atau Rp 37 triliun.

Selain Moderna, Trump juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan kesepakatan dengan Johnson&Johnson, Sanofi, dan GlaxoSmithKline.

“Tiga kandidat vaksin sekarang sudah dalam uji coba fase 3, tahap akhir uji klinis. Kami berinvestasi dalam pengembangan dan pembuatan enam kandidat vaksin teratas untuk memastikan pengiriman cepat, ”kata Trump.

“Militer siap untuk beraksi. Mereka siap untuk memberikan vaksin kepada orang Amerika segera setelah satu disetujui sepenuhnya oleh (Administrasi Makanan dan Obat-obatan/FDA) dan kami hampir mencapai persetujuan itu," sambungnya.

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14
Penindasan Di Meksiko Terulang, Bertahun-tahun Dibully Guru Dan Temannya Remaja Ini Alami Lumpuh
Dunia

Penindasan Di Meksiko Terula..

24 September 2020 16:15
Dukung Oposisi Sam Rainsy, Tujuh Aktivis Kamboja Divonis Penjara
Dunia

Dukung Oposisi Sam Rainsy, T..

24 September 2020 15:48
Serang Balik Trump, Jubir Wang: Lupa Ya, Kalau Washington Penyebar Limbah Terbesar Dan Perusak Lingkungan?
Dunia

Serang Balik Trump, Jubir Wa..

24 September 2020 15:39
China Tambah Kamp Penahanan Uighur Di Xinjiang, Totalnya Lebih Dari 380
Dunia

China Tambah Kamp Penahanan ..

24 September 2020 13:54