Demi Bisa Buka Sekolah, Trump Bawa Penasihat Kesehatan Baru Ke Gedung Putih

Scott Atlas/Net

Perseteruan antara Presiden Donald Trump dengan dua pejabat ahli kesehatan, Deborah Birx dan Anthony Fauci, terkait penanganan wabah Covid-19 di Amerika Serikat (AS) membuatnya menambah orang baru.

Orang baru tersebut adalah Scott Atlas, ahli kebijakan perawatan kesehatan dari Lembaga Hoover di Universitas Stanford.

Pada awal pekan, Trump memperkenalkan Atlas sebagai seseorang yang memiliki banyak ide yang hebat.

Melansir The Guardian pada Rabu (12/8), Atlas ternyata menjadi satu dari sedikit ahli yang mendukung pembukaan kembali sekolah di tengah pandemik Covid-19. Itu merupakan sebuah gagasan yang sangat Trump inginkan namun ditolak oleh Birx dan Fauci.

Dua bulan lalu, Atlas mengatakan, gagasan sekolah tidak dapat dibuka kembali setelah liburan musim panas merupakan histeria yang menggelikan.

Penasihat kesehatan Gedung Putih yang baru itu juga bahkan mendukung agar sepak bola di univeristas dilanjutkan, meski terjadi lonjakan kasus baru Covid-19 di banyak negara bagian.

“Lingkungan olahraga perguruan tinggi sangat canggih, terkontrol, ada akuntabilitas. Para atlet tidak bisa mendapatkan lingkungan yang lebih baik dan lebih aman," kata Atlas kepada Fox News.

“Orang muda seusia itu, tanpa penyakit penyerta, hampir tidak memiliki risiko dari hal ini. Risikonya lebih kecil dari influenza musiman. Ada ketakutan seperti itu di masyarakat, dan sayangnya hal itu disebarkan oleh orang-orang yang melakukan pemikiran ceroboh dan pelaporan media yang sensasional," sambungnya.

Atlas sendiri memiliki gelar MD dari Fakultas Kedokteran Universitas Chicago. Ia kerap memberikan saran kebijakan perawatan kesehatan pada para pejabat dan pengusaha, termasuk sekutu Trump, Rudy Giuliani.

Atlas juga diketahui menjadi penasihat untuk Bank Dunia dan akademisi di China.

Pandangan Atlas sendiri berbeda dengan Fauci, Birx, dan para pakar kesehatan dunia lainnya.

Meskipun orang muda dan sehat tampak memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk menderita Covid-19 yang parah, mereka nyatanya masih bisa menularkannya sebagai kasus tanpa gejala atau asimptomatik.

Selain itu, laporan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menunjukkan, kaum muda tidak kebal terhadap gejala para Covid-19. Bahkan, sekitar seperempat kelompok dewasa muda tidak pulih dari virus selama beberapa pekan.

Sebuah studi terpisah dari UC San Francisco Benioff Children’s Hospitals menemukan, ada lonjakan jumlah pasien muda di rumah sakit, kemungkinan besar disebabkan oleh Covid-19.

Meskipun demikian, pemerintahan Trump telah mendesak sekolah untuk dibuka kembali pada musim gugur, September nanti.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31