Skeptis Dengan Vaksin Rusia, Menkes Jerman: Bahaya Dan Belum Cukup Diuji

Ilustrasi vaksin Covid-19/Net

Jerman masih belum yakin vaksin Covid-19 buatan Rusia yang telah masuk tahap registrasi benar-benar cukup mendapatkan pengujian.

Seperti halnya para ali kesehatan di dunia, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan, vaksin Covid-19 buatan Rusia bernama Sputnik V belum cukup diuji untuk bisa dinyatakan aman digunakan.

Spahn mengatakan, perlombaan mendapatkan vaksin bukan persoalan mengenai siapa yang pertama mulai memvaksinasi, melainkan bagaimana mendapatkan vaksin yang efektif dan aman.

"Bisa berbahaya untuk mulai memvaksinasi jutaan, jika tidak milyaran, orang terlalu dini karena jika terjadi kesalahan, itu bisa mematikan penerimaan vaksinasi," ujar Spahn pada Rabu (12/8).

"Jadi saya sangat skeptis dengan apa yang terjadi di Rusia," sambungnya kepada penyiar Deutschlandfunk, seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, Spahn mengatakan, sangat penting, bahkan selama pandemik, untuk melakukan studi dan pengujian yang tepat, serta mempublikasikan hasilnya agar memberi rasa percaya kepada orang-orang terkait vaksin tersebut.

Pernyataan Spahn sendiri merujuk pada tidak adanya publikasi mengenai prosese pengujian Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia.

"Saya akan senang jika kami memiliki vaksin awal yang bagus tetapi berdasarkan semua yang kami ketahui. Itulah masalah mendasar, Rusia tidak memberi tahu kami banyak, dan ini belum cukup diuji," terangnya.

“Ini bukan tentang menjadi yang pertama. Ini tentang memiliki vaksin yang efektif, teruji, dan karenanya aman,” sambungnya.

Kemarin, Selasa (11/8), Presiden Vladimir Putin sudah mendeklarasikan diri bahwa Rusia menjadi negara pertama yang masuk ke tahap regitrasi untuk Sputnik V.

Sputnik V sendiri baru dua bulan melakukan uji klinis pada manusia. Saat ini pun, vaksin tersebut masih dalam proses uji klinis Fase 3.

Keputusan Moskow untuk memberikan persetujuan sebelum uji coba akhir selesai telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa ahli. Selain itu, hanya sekitar 10 persen uji klinis yang berhasil.

Kendati begitu, Putin dan pejabat lainnya mengatakan vaksin tersebut sepenuhnya aman.

Rusia bahkan akan melakukan vaksinasi Sputnik V pada tenaga medis dan guru mulai awal September. Sementara vaksinasi massal akan dilakukan pada Oktober.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13