Pemerintah Armenia Memulangkan 100 Warganya Dari Lebanon Yang Terdampak Oleh Ledakan Beirut

PM Armenia Nikol Pashinyan/Net

Sekitar 100 warga Armenia yang berada di Lebanon telah kembali ke tanah air. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan kesehatan wajib di bandara dengan menunjukkan kartu identitas.

Sebelumnya, pemerinah Armenia dan Artsakh (Nagorno-Karabakh) telah mengirimkan tiga pesawat bantuan kemanusiaan ke Lebanon untuk mengangkut warganya yang menderita akibat ledakan dahsyat dan mematikan di Ibu Kota Beirut.

Sebelum dipulangkan ke rumah mereka, masing-masing harus menjalani isolasi untuk pencegahan penularan virus corona.
 
Perdana Menteri Nikol Pashinyan mengucapkan selamat datang kepada warga yang telah tiba lewat postingannya di Facebook.

“Saya menyebutkan dalam salah satu pidato saya bahwa kita harus dapat dengan cepat menilai kebutuhan warga negara kita yang kembali ke Armenia, sehingga yang terakhir dapat membangun di tanah air tanpa banyak kesulitan,” kata Pashinyan.

“Selamat datang di Armenia, rekan-rekan yang terkasih. Kami senang menerima Anda semua dan kami melakukan segala kemungkinan untuk mengatur pemulangan warga yang ingin kembali ke Armeni,” tekan Pashinyan.

Amalya Karapetyan, juru bicara Kantor Komisaris Tinggi Urusan Diaspora Armenia, mengatakan 100 warga yang dipulangkan itu bisa mengajukan bantuan jika mereka memiliki masalah terkait kesehatan atau pekerjaan, seperti yang disampaikannya kepada News Am.

"Jika mereka memiliki masalah kesehatan, pekerjaan, pendidikan -karena ada juga anak di bawah umur di antara mereka- baik selama masa karantina atau setelah itu, mereka dapat mengajukan permohonan kepada kami. Terlepas dari apakah negara bagian [Armenia] memiliki paket apa pun,  kami siap untuk menyelesaikan masalah mereka sebanyak mungkin, hingga pemerintah mengembangkan cara-cara bantuan yang jelas," ujar Karapetyan, seperti dikutip dari News Am, Rabu (12/8).

Karapetyan mengatakan bahwa penjelasan soal bantuan itu telah dicantumkan dalam selebaran informasi lengkap dari Kantor Komisioner Tinggi Urusan Diaspora yang diberikan kepada mereka saat tiba di bandara.

Karapetyan belum bisa memastikan apakah masih ada warga Armenia lainnya yang berada di Lebanon dan memerlukan bantuan untuk kepulangannya. Saat ini lembaga terkait sedang mengumpulkan data tentang warga Armenia di Beirut yang kehilangan tempat tinggal akibat ledakan ini dan ingin kembali ke Armenia.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31
Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka
Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun ..

29 September 2020 16:07
Kunjungi Zona Demiliterisasi, Menlu Dominic Raab: Inggris Selalu Dukung Perdamaian Korea
Dunia

Kunjungi Zona Demiliterisasi..

29 September 2020 15:35
Nicolas Maduro: Pandemik Covid-19 Perburuk Kesenjangan Sosial Di Dunia
Dunia

Nicolas Maduro: Pandemik Cov..

29 September 2020 15:23
Jelang Debat Presiden Malam Ini, Gedung Putih Yakin Trump Sudah Sangat Siap Dengan Semua Topik
Dunia

Jelang Debat Presiden Malam ..

29 September 2020 15:21
Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat
Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, ..

29 September 2020 15:00
Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional
Dunia

Melesat Menuju 5G, Singapura..

29 September 2020 14:55