Peraih Nobel Sastra Belarus Svetlana Alexievich Mendesak Lukashenko Mundur Secara Sukarela

Peraih nobel sastra, Svetlana Alexievich/Net

Penulis yang juga peraih nobel, Svetlana Alexievich, ikut angkat bicara tentang kerusuhan besar yang menimbulkan banyak korban pasca pemilihan Belarus yang menenangkan kembali petahana Alexandr Lukashenko.

Alexievich mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat polisi terhadap pengunjuk rasa di negaranya dan mendesak orang kuat Alexander Lukashenko untuk pergi dengan damai dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Rabu.

Penulis berusia 72 tahun ini memenangkan Hadiah Nobel Sastra 2015 atas karyanya yang mencatat kengerian perang dan kehidupan di bawah rezim Soviet yang represif termasuk bencana Chernobyl tahun 1986.

Dalam reaksi publik pertamanya terhadap protes yang meletus di seluruh Belarusia terkait pemilihan presiden yang disengketakan hari Minggu, ia mengatakan kepada Radio Liberty / Radio Free Europe bahwa Lukashenko harus mundur secara damai untuk mencegah perang saudara berdarah.

"Pergilah sebelum terlambat, sebelum Anda melemparkan orang ke dalam jurang yang mengerikan, ke dalam jurang perang saudara," dia memohon kepada Lukashenko, yang telah lama dia kritik, seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/8).

"Anda hanya menginginkan kekuasaan dan keinginan Anda akan berakhir dengan darah," katanya, seraya menuduh pemerintah Belarusia menyatakan perang terhadap rakyat mereka sendiri.

Dia menyatakan keterkejutannya atas tindakan polisi anti huru hara yang dianggapnya tidak manusiawi dan kejam, dan mengatakan bahwa kejadian ini sebelumnya tidak terbayangkan dan menunjukkan bahwa Minsk mungkin telah membawa bala bantuan dari Rusia.

Sebelum pemilihan presiden yang digelar hari Minggu, Alexievich mengatakan dia akan memilih saingan oposisi utama Lukashenko, Svetlana Tikhanovskaya. Alexievich juga mengatakan dirinya mengerti mengapa Tikhanovskaya, seorang pemula politik meninggalkan Belarus pada hari Selasa demi keselamatan ke negara tetangganya, Lithuania.

"Dia tetap menjadi simbol perubahan, berjuang untuk kehidupan baru. Dia melakukan apa yang dia bisa. Aku tidak punya hal buruk untuk dikatakan tentangnya," kata Alexievich.

Dia mengatakan bahwa dirinya juga mendukung rencana politisi oposisi Valery Tsepkalo, mantan diplomat yang istrinya berada di tim kampanye Tikhanovskaya.

Tsepkalo pada hari Rabu mengumumkan rencana untuk membentuk gerakan politik yang disebut Front Keselamatan Nasional untuk melanjutkan perjuangan oposisi.

Alexievich mengungkapkan kekagumannya kepada para pengunjuk rasa Belarusia dengan mengatakan: "Saya benar-benar jatuh cinta dengan rakyat saya selama beberapa minggu terakhir."

"Mereka adalah orang-orang yang sangat berbeda, kekuatan mereka sangat berbeda. Sebelumnya saya dulu sedikit kecewa tapi sekarang tidak."
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14
Penindasan Di Meksiko Terulang, Bertahun-tahun Dibully Guru Dan Temannya Remaja Ini Alami Lumpuh
Dunia

Penindasan Di Meksiko Terula..

24 September 2020 16:15
Dukung Oposisi Sam Rainsy, Tujuh Aktivis Kamboja Divonis Penjara
Dunia

Dukung Oposisi Sam Rainsy, T..

24 September 2020 15:48
Serang Balik Trump, Jubir Wang: Lupa Ya, Kalau Washington Penyebar Limbah Terbesar Dan Perusak Lingkungan?
Dunia

Serang Balik Trump, Jubir Wa..

24 September 2020 15:39
China Tambah Kamp Penahanan Uighur Di Xinjiang, Totalnya Lebih Dari 380
Dunia

China Tambah Kamp Penahanan ..

24 September 2020 13:54